Sinergi KUB Dongkrak Kinerja Bank Jatim, Laba Semester I 2026 Tumbuh 53,49 Persen

Mus Purmadani • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:12 WIB
MELESAT : Penguatan Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama sejumlah BPD sukses mendorong pertumbuhan aset, kredit, dan laba bersih Bank Jatim sepanjang Semester I 2026. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)
MELESAT : Penguatan Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama sejumlah BPD sukses mendorong pertumbuhan aset, kredit, dan laba bersih Bank Jatim sepanjang Semester I 2026. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan kinerja keuangan konsolidasi yang sangat positif sepanjang Semester I 2026. Penguatan sinergi dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi kunci utama pendorong pertumbuhan aset, penyaluran kredit, hingga perolehan laba bersih perseroan.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa sebagai entitas induk (utama) KUB, Bank Jatim terus memperkuat kolaborasi strategis bersama bank-bank anggota demi menciptakan ekosistem perbankan daerah yang lebih kuat, efisien, dan memiliki daya saing tinggi.

"Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama," ungkap Winardi pada Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Bank Jatim Gandeng PCI Muslimat NU Hong Kong, Perluas Layanan Remitansi bagi PMI

Saat ini, anggota KUB Bank Jatim mencakup lima BPD, yakni Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung. Bersama kelima bank tersebut, Bank Jatim mengembangkan berbagai bentuk kerja sama strategis yang disesuaikan dengan potensi bisnis dan kebutuhan daerah masing-masing.

Pada Bank NTB Syariah, sinergi difokuskan pada pengembangan layanan remitansi yang saat ini memasuki tahap integrasi sistem. Sementara dengan Bank NTT, kerja sama diperkuat lewat layanan jasa kustodian serta kesepakatan layanan remitansi. Di sisi lain, kolaborasi bersama Bank Banten diwujudkan melalui penyelarasan skema pembiayaan bersama (joint financing). Adapun dengan Bank Sultra, perseroan tengah menyiapkan pengembangan layanan prioritas yang kini sedang dalam proses perizinan regulator.

Winardi menegaskan bahwa kolaborasi antardaerah tersebut terbukti mampu memperkuat fundamental bisnis seluruh anggota KUB. Ke depan, ruang kolaborasi akan terus diperluas mencakup pengembangan layanan, transformasi digital, hingga optimalisasi potensi ekonomi lokal.

Baca Juga: Bank Jatim Gandeng Bank NTT, Pekerja Migran Kini Lebih Mudah Kirim Uang dari Luar Negeri

Dampak positif dari penguatan sinergi tersebut tecermin jelas pada capaian kinerja keuangan konsolidasi Bank Jatim hingga akhir Juni 2026. Total aset konsolidasi perseroan melesat hingga Rp162,05 triliun, atau tumbuh 37,16 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp118,15 triliun.

Fungsi intermediasi bank juga menunjukkan performa yang solid. Hingga Semester I 2026, penyaluran kredit konsolidasi tumbuh 41,68 persen (YoY) mencapai Rp111,28 triliun, naik signifikan dari posisi Semester I 2025 yang tercatat sebesar Rp78,55 triliun. Sejalan dengan kenaikan aset dan kredit, laba bersih konsolidasi Bank Jatim melonjak 53,49 persen secara tahunan, dari Rp811 miliar pada Semester I 2025 menjadi sekitar Rp1,2 triliun pada Semester I 2026.

Winardi optimistis bahwa model bisnis berbasis KUB ini akan terus memberikan dampak positif berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan sinergi melalui KUB mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis Bank Jatim maupun seluruh anggota. Ke depan, kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional maupun daerah," pungkasnya. (mus/rak)

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
ekonomi bpd KUB kinerja keuangan bank jatim