Sempat Menguat, Rupiah Kembali Terdepresiasi Mendekati Rp18.100 per Dolar AS

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 13:06 WIB
TREN PERLEMAHAN : Rabu (29/7) pagi, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp18.079/US$. Volatilitas ini terus menjadi perhatian para pelaku pasar. (FOTO : ISTIMEWA)
TREN PERLEMAHAN : Rabu (29/7) pagi, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp18.079/US$. Volatilitas ini terus menjadi perhatian para pelaku pasar. (FOTO : ISTIMEWA)

RADAR SURABAYA BISNIS -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren pelemahan dalam dua pekan terakhir bulan Juli 2026.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah resmi menembus angka psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026.

Pergerakan mata uang Garuda tercatat cukup fluktuatif sejak pertengahan Juli. Pada Rabu, 15 Juli 2026, nilai tukar JISDOR berada di posisi Rp18.064,00 per dolar AS, sebelum menguat secara bertahap hingga menyentuh level terkuatnya bulan ini pada tanggal 21 dan 22 Juli 2026 di angka Rp17.909,00 per dolar AS.

Baca Juga: Foto Langka Bus PIC NIC Surabaya 1938 Viral, Bus Andalan Warga Surabaya Keliling Jawa Timur

Namun, penguatan tersebut tidak berlangsung lama. Memasuki pekan terakhir Juli, tekanan terhadap rupiah kembali meningkat secara konsisten. Rupiah terdepresiasi berturut-turut dari Rp17.915,00 pada 23 Juli, menjadi Rp17.973,00 pada 24 Juli, hingga menyentuh Rp17.995,00 per dolar AS pada 27 Juli 2026.

Puncaknya terjadi pada Selasa, 28 Juli 2026, ketika kurs JISDOR kembali menembus level Rp18.088,00 per dolar AS, mencatatkan pelemahan sebesar 93 poin dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, pada perdagangan pasar spot per Rabu, 29 Juli 2026 pagi, nilai tukar rupiah terpantau bergerak di kisaran Rp18.079,00 per dolar AS. Volatilitas ini terus dipantau secara ketat oleh para pelaku pasar keuangan dan Bank Indonesia untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut terhadap stabilitas ekonomi domestik. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
rupiah jisdor bank indonesia kurs dolar