KSSK Pastikan Stabilitas Keuangan Indonesia Semester I 2026 Tetap Kokoh di Tengah Ketidakpastian Global

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 18:33 WIB
JAGA STABILITAS: Raker KSSK dengan Komisi XI DPR RI membahas kinerja perekonomian Semester I 2026 di Jakarta.
JAGA STABILITAS: Raker KSSK dengan Komisi XI DPR RI membahas kinerja perekonomian Semester I 2026 di Jakarta.

RADAR SURABAYA BISNIS – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Semester I Tahun 2026 tetap terjaga dalam kondisi yang aman dan terjaga. 

Ketahanan ekonomi nasional ini berhasil dipertahankan meskipun berada di bawah tekanan perlambatan ekonomi global, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta tingginya volatilitas pasar keuangan dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua KSSK dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Harga Telur Jatuh, Biaya Pakan Malah Naik, Peternak Jombang Terancam Rugi Besar

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa capaian positif ini merupakan hasil dari penguatan sinergi dan koordinasi antarlembaga yang terjalin erat, meliputi kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, hingga sistem penjaminan simpanan.

"Di tengah tingginya ketidakpastian global, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Semester I 2026 tetap terjaga. Hal ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan yang terus kami perkuat melalui koordinasi di dalam KSSK," ujar Menkeu Purbaya.

Dari sisi fiskal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus difungsikan secara optimal sebagai penahan gejolak (shock absorber) demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional. 

Baca Juga: Seni yang Menginspirasi, Perupa Disabilitas Bersinar di Pameran Seni Rupa Jawa Timur 2026

Kinerja APBN hingga Semester I 2026 tercatat tumbuh solid, ditandai dengan peningkatan pendapatan negara sebesar 21,4 persen (year-on-year/yoy) dan belanja negara yang naik 17,8 persen (yoy).

Selain itu, keseimbangan primer tetap mencatatkan surplus, sementara defisit APBN hingga akhir tahun 2026 diproyeksikan tetap terkendali pada kisaran 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik, pemerintah juga menerapkan sejumlah strategi prioritas, di antaranya mengoptimalkan penempatan uang negara pada bank umum.

Baca Juga: Komitmen Tanpa Kompromi! PT Patra Logistik Perkuat Layanan Avtur di AFT Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang

Serta menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) dan pangan, adanya pemberian stimulus bagi dunia usaha berupa diskon transportasi dan insentif impor.

Memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, perbaikan fasilitas kesehatan, hingga penanganan bencana daerah.

Baca Juga: Dorong Ekonomi Maritim Global, Menko AHY Percepat Pengembangan Bali Maritime Tourism Hub

Ke depan, KSSK berkomitmen terus mempererat koordinasi antarlembaga—termasuk Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)—guna menjaga kepercayaan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
kemenkeu Semester 1 apbn kssk keuangan