RADAR SURABAYA BISNIS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal kuat terkait bakal hadirnya Bank Umum Syariah (BUS) baru di Indonesia.
Saat ini, otoritas pengawas keuangan tersebut tengah mencermati rencana aksi korporasi dari tiga bank syariah berskala besar yang masuk dalam kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan KBMI 3.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengonfirmasi bahwa proses komunikasi dan pembahasan mengenai pembentukan bank syariah baru ini terus berjalan.
Kendati demikian, entitas-entitas usaha yang terlibat masih melakukan kajian mendalam terkait skema konsolidasi maupun pemisahan unit bisnis (spin-off).
"Sekarang juga masih sedang ada pembicaraan, tentu dengan yang terkait dengan bank syariah lain ya. Saya belum bisa disclose karena ada beberapa rencana yang memang dirasa sedang mereka pelajari dulu," ujar Dian saat ditemui wartawan di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta.
Dian menambahkan, pembentukan entitas baru ini ditargetkan mampu memperkuat struktur dan daya saing industri perbankan syariah nasional, terutama pada kelompok bank dengan modal inti yang lebih besar. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan berbasis syariah yang kian diminati masyarakat.
Baca Juga: Investasi Rp498,8 Triliun Serap 706.569 Tenaga Kerja Ternyata Belum Cukup, Ini Alasannya
Sebagai informasi, peta perbankan syariah di segmen modal inti besar saat ini diisi oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang berada di kelompok KBMI 3. Sementara itu, untuk kelompok KBMI 2, saat ini terdapat PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk.
OJK menegaskan akan terus mengawal proses ini agar pembentukan BUS baru berjalan sesuai dengan regulasi penataan industri perbankan nasional, guna menciptakan ekosistem keuangan syariah yang lebih kompetitif dan sehat.
Baca Juga: Nama Gus Miftah Muncul dalam Sidang Korupsi DJKA, Angpao Rp 100 Juta Diselidiki KPK
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis