radarsurabayabisnis.id - Laju inflasi tahunan di Jawa Timur pada Juni 2026 mencapai 3,36 persen. Kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi, kelompok makanan, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Di antara seluruh daerah pemantauan inflasi di Jawa Timur, Kabupaten Sumenep menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi, sedangkan Kabupaten Tulungagung mencatat inflasi terendah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Timur pada Juni 2026 tercatat sebesar 112,17.
Baca Juga: Mengapa Sensus Ekonomi 2026 Penting dan Hanya Dilakukan Setiap 10 Tahun?
Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengatakan inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) terjadi akibat kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat.
"Pada Juni 2026 terjadi inflasi year on year Provinsi Jawa Timur sebesar 3,36 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 112,17," ujar Herum, Jumat (3/7).
Sumenep Tertinggi, Tulungagung Terendah
Menurut Herum, Sumenep mencatat inflasi tertinggi di Jawa Timur sebesar 4,48 persen dengan IHK mencapai 116,19.
Sebaliknya, Tulungagung menjadi daerah dengan inflasi terendah, yakni sebesar 2,57 persen dengan IHK 112,34.
Baca Juga: Kemenkop Genjot Peran Kopontren, Proyeksikan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
Perawatan Pribadi dan Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan mencapai 10,34 persen.
Di posisi berikutnya, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 5,87 persen, sedangkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 4,01 persen.
Kelompok pengeluaran lainnya juga mengalami kenaikan harga, antara lain:
-
Kesehatan naik 2,13 persen.
-
Penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,20 persen.
-
Pendidikan naik 1,92 persen.
-
Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 1,58 persen.
-
Rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,54 persen.
-
Perlengkapan rumah tangga naik 1,06 persen.
-
Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 1,05 persen.
-
Pakaian dan alas kaki naik 0,49 persen.
Secara bulanan atau month to month (m-to-m), inflasi Jawa Timur pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,30 persen.
Sementara itu, inflasi sejak awal tahun atau year to date (y-to-d) mencapai 1,74 persen.
Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar
Herum menjelaskan, emas perhiasan menjadi komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan di Jawa Timur.
Selain emas perhiasan, sejumlah komoditas lain yang ikut mendorong kenaikan harga antara lain angkutan udara, bensin, beras, minyak goreng, daging sapi, cabai rawit, bawang merah, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, laptop atau notebook, nasi dengan lauk, mobil, cabai merah, air kemasan, tahu mentah, sepeda motor, telepon seluler, biaya akademi atau perguruan tinggi, hingga bahan bakar rumah tangga.
Di sisi lain, beberapa komoditas masih mampu menahan laju inflasi, seperti telur ayam ras, kelapa, tomat, sawi hijau, dan kacang panjang.
Untuk inflasi bulanan, kenaikan harga terutama dipicu oleh bensin, angkutan udara, bawang merah, bawang putih, beras, daging sapi, wortel, dan emas perhiasan.
Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi bulanan antara lain daging ayam ras, cabai rawit, sawi hijau, telur ayam ras, udang basah, cabai merah, dan bayam.
BPS menilai dinamika harga pangan, biaya transportasi, serta kenaikan harga komoditas nonpangan seperti emas perhiasan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi inflasi Jawa Timur sepanjang Juni 2026.
Pemerintah diharapkan terus menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi barang untuk mengendalikan tekanan harga, terutama menjelang periode meningkatnya permintaan masyarakat.
Editor : Hany Akasah