RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah kembali mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan meluncurkan Skema Kredit Program khusus bagi perempuan pelaku usaha mikro.
Kebijakan ini ditandai dengan penurunan suku bunga pembiayaan yang signifikan guna mempercepat inklusi keuangan.
Melalui transformasi pembiayaan PNM Mekaar, suku bunga yang sebelumnya berada di kisaran 18 hingga 25 persen per tahun, kini ditekan menjadi hanya 8 persen (flat) per tahun.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa skema ini dirancang agar pembiayaan jauh lebih terjangkau.
"Pemerintah menurunkan suku bunganya sehingga ibu-ibu yang mau berusaha, yang sedang berusaha, dan yang pernah serta akan kembali berusaha dapat memperoleh pembiayaan yang jauh lebih terjangkau," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026).
Skema kredit baru ini memberikan fasilitas plafon pembiayaan hingga Rp15 juta per debitur, dengan pilihan tenor pengembalian mulai dari 6 hingga 24 bulan.
Baca Juga: Kemenkop Genjot Peran Kopontren, Proyeksikan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
Untuk memastikan kelancaran implementasinya di lapangan, pemerintah telah menyiapkan dukungan fiskal berupa subsidi bunga atau subsidi marjin sebesar Rp2,62 triliun untuk tahun anggaran 2026.
Kehadiran program bagi perempuan pelaku usaha mikro ini akan melengkapi empat skema Kredit Program yang telah berjalan sebelumnya, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Alsintan, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), dan Kredit Program Perumahan (KPP).
Sebelumnya, dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Jakarta (29/6), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif.
Baca Juga: Rupiah Bergerak Fluktuatif, Sentuh Kisaran Rp 17.955 per Dolar AS pada Awal Juli 2026
Kinerja Kredit Program secara nasional pun terus menunjukkan tren positif. Hingga 28 Juni 2026, realisasi penyalurannya telah menembus Rp167,97 triliun, atau sekitar 49,20 persen dari target tahunan.
Capaian ini ditopang kuat oleh penyaluran KUR sebesar Rp147,70 triliun kepada 2,32 juta debitur, dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang sangat terjaga di level 2,39 persen.
Editor : Hany Akasah