radarsurabayabisnis.id - Pemerintah kembali menyiapkan dana sebesar Rp381 triliun untuk sektor perbankan hingga akhir 2026. Langkah ini dilakukan guna menjaga likuiditas perbankan sekaligus memastikan penyaluran kredit kepada dunia usaha tetap tumbuh di tengah tingginya permintaan pembiayaan.
Dari total dana tersebut, sebesar Rp281 triliun akan ditempatkan langsung di perbankan. Sementara Rp100 triliun lainnya disiapkan sebagai dana cadangan (standby) yang disimpan di Bank Indonesia dan dapat digunakan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan untuk mendukung likuiditas industri perbankan.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi pemerintah terhadap program penempatan dana sebelumnya yang dinilai efektif menjaga stabilitas likuiditas perbankan.
Baca Juga: Bank Mulai Tinggalkan Kredit Konsumtif, Lima Sektor Ini Jadi Favorit Pembiayaan
"Setelah dievaluasi, disimpulkan bahwa dana pemerintah yang sebelumnya ditempatkan di perbankan sebesar Rp281 triliun akan ditempatkan kembali dan diperpanjang hingga akhir Desember 2026," ujar Juda dalam konferensi pers di Kompleks DPR RI, Senin (29/6).
Pemerintah Siapkan Dana Cadangan Rp100 Triliun
Selain memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di perbankan, pemerintah juga menyiapkan tambahan dana cadangan sebesar Rp100 triliun yang dapat dicairkan apabila perbankan masih membutuhkan tambahan likuiditas untuk mendukung penyaluran kredit.
Menurut Juda, langkah ini penting karena permintaan kredit dari dunia usaha masih menunjukkan tren yang kuat sepanjang 2026.
"Informasi dari perbankan menunjukkan bahwa permintaan kredit masih cukup tinggi. Karena itu, likuiditas perlu dijaga agar bank tetap mampu menyalurkan kredit," katanya.
Pertumbuhan Kredit Masih Tumbuh Dua Digit
Tingginya kebutuhan pembiayaan dari sektor usaha tercermin dari realisasi pertumbuhan kredit nasional hingga Mei 2026 yang diperkirakan mencapai 11,5 persen atau tetap berada pada level dua digit.
Baca Juga: Borong Tujuh Penghargaan di Infobank 2026, Bank Jatim Tegaskan Konsistensi Layanan Prima
Pemerintah berharap momentum tersebut dapat terus berlanjut hingga akhir tahun sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami berharap pertumbuhan kredit tetap berada pada level dua digit pada bulan-bulan mendatang," ujar Juda.
Likuiditas Perbankan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah menilai menjaga likuiditas perbankan menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan kondisi likuiditas yang memadai, perbankan diharapkan dapat terus menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif seperti industri, perdagangan, hingga UMKM.
Langkah penempatan dana pemerintah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memastikan sektor keuangan tetap kuat dan mampu mendukung ekspansi dunia usaha sepanjang 2026.
Editor : Hany Akasah