Angka ini mencerminkan fluktuasi nilai tukar yang cukup dinamis selama satu bulan terakhir.
Dalam rentang waktu tersebut, Rupiah sempat mengalami tekanan signifikan yang membawa kurs Dolar Amerika Serikat menembus angka di atas Rp18.000 pada awal bulan Juni, sebelum akhirnya mengalami penyesuaian kembali ke level saat ini.
Baca Juga: Neraca Dagang Nasional Surplus, Arus Peti Kemas Internasional di TPK Semarang Melonjak 12,2 Persen
Data yang bersumber dari Morningstar tersebut memberikan gambaran bagi para pelaku ekonomi, investor, maupun masyarakat umum mengenai volatilitas mata uang di pasar valuta asing.
Memantau perkembangan ini menjadi sangat krusial mengingat dampaknya yang dapat memengaruhi biaya impor, harga barang, serta stabilitas ekonomi secara makro.
Lebih lanjut, berdasarkan data per 23 Juni pukul 02.18 UTC, nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah menunjukkan sedikit penurunan sebesar 0,04% atau setara dengan 6,9879 poin, dari level penutupan sebelumnya di angka 17.870,0000 ke posisi 17.863,0121.
Baca Juga: Lewat Program DOKAR, Terminal Petikemas Hadirkan Paket Pangan Murah Bergizi 2 Ribu Rupiah
Grafik tersebut memperlihatkan pergerakan nilai tukar yang sempat berada pada posisi lebih tinggi sebelum akhirnya turun dan cenderung stabil.
Tren penurunan serupa juga terjadi pada aset mata uang lain, yakni JPY/IDR sebesar 0,02%, GBP/IDR sebesar 0,02%, AUD/IDR sebesar 0,18%, dan CAD/IDR sebesar 0,05%. (nov/han)
Editor : Hany Akasah