Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Sentuh Rp2,7 Juta Setelah Koreksi Terdalam, Buyback Emas Antam Justru Jatuh Lebih Jauh

Hany Akasah • Kamis, 18 Juni 2026 | 09:54 WIB
KOREKSI : Harga emas Antam ambles Rp30.000 menjadi Rp2.703.000 per gram per Kamis (18/06/26). (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)
KOREKSI : Harga emas Antam ambles Rp30.000 menjadi Rp2.703.000 per gram per Kamis (18/06/26). (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

 

RADAR SURABAYA BISNIS -  Perkembangan harga logam mulia kembali menjadi sorotan tajam bagi para investor dan masyarakat yang mengandalkan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Berdasarkan data terbaru dari Butik Emas logam mulia yang diperbarui pada Kamis (18/06/26) pukul 08:54 WIB, harga jual emas batangan Antam mencatatkan penurunan yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp30.000 per gram atau merosot sekitar 1,1% dibandingkan hari sebelumnya.

Hal ini menempatkan harga jual emas berada di level Rp2.703.000 per gram. Penurunan ini mencerminkan dinamika pasar global yang sedang mengalami penyesuaian volume perdagangan dan perubahan sentimen ekonomi makro, seperti kebijakan suku bunga bank sentral serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Kondisi yang lebih menantang terlihat pada harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam, yang mengalami koreksi lebih dalam sebesar Rp39.000 atau turun 1,55%, sehingga kini berada di angka Rp2.475.000 per gram.

Baca Juga: Jelang Pengumuman MSCI, Pasar Modal Indonesia di Antara Bayang-Bayang Downgrade dan Reformasi Bursa

Akibat ketimpangan penurunan antara harga jual dan harga buyback tersebut, jarak harga atau spread melebar menjadi Rp228.000 per gram atau setara dengan 8,44%.

Melebarnya spread ini menjadi indikator penting bagi para investor jangka pendek, karena membutuhkan kenaikan harga yang lebih tinggi di masa depan agar investasi mereka dapat mencapai titik impas (break-even point) dan menghasilkan keuntungan yang optimal.

Jika menilik ke belakang melalui tren riwayat perubahan harga, penurunan hari ini merupakan salah satu koreksi harian terdalam dalam siklus interday teranyar. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp2.799.000 per gram, harga emas cenderung bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menurun (downtrend).

Pola pergerakan harga memperlihatkan adanya beberapa kali upaya Rebound atau koreksi teknis yang bersifat sementara, seperti kenaikan Rp20.000 (urutan ke-12) dan Rp18.000 (urutan ke-15) namun tekanan jual di pasar tampaknya masih terlalu kuat, hingga akhirnya menyeret harga kembali jatuh ke level terendah barunya saat ini di Rp2.703.000 per gram.

Baca Juga: Lebihi Ekspektasi! Pajak Restoran Sidoarjo Capai Rp153 Miliar Berkat Inovasi Taxmon

Menyikapi situasi pasar saat ini, para pengamat keuangan menilai bahwa koreksi harga emas ini merupakan hal yang wajar dalam siklus komoditas setelah mengalami reli panjang sebelumnya.

Bagi investor pemula atau mereka yang menerapkan strategi Buy on Weakness (membeli saat harga melemah), momentum penurunan ini sering kali dipandang sebagai peluang emas untuk melakukan akumulasi aset atau averaging down guna mendapatkan harga rata-rata yang lebih murah.

 Namun, mengingat volatilitas pasar yang masih tinggi, para pelaku investasi diimbau untuk tetap memantau rilis data ekonomi global secara berkala dan tetap berorientasi pada investasi jangka panjang guna meminimalisir risiko fluktuasi harga harian. (nov/han)

 

Editor : Hany Akasah
#antam #buyback #logam mulia #emas #investasi