Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Prabowo Ungkap Kabar Baik: Danantara Kantongi Rp24,5 Triliun, Investor Dunia Berebut Obligasi Indonesia

Hany Akasah • Senin, 15 Juni 2026 | 18:26 WIB
 Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani.

radarsurabayabisnis.id - Danantara Indonesia mencetak pencapaian penting di pasar keuangan internasional setelah berhasil menghimpun dana sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp24,5 triliun melalui penerbitan obligasi global perdana. Menariknya, instrumen utang tersebut mendapat respons luar biasa dari investor global dengan nilai pemesanan mencapai US$4,6 miliar atau sekitar Rp75 triliun.

Tingginya minat investor internasional ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap prospek ekonomi Indonesia. Presiden Prabowo Subianto bahkan secara khusus meminta capaian tersebut disampaikan kepada publik sebagai indikator positif terhadap daya tarik Indonesia di mata investor dunia.

Sebelumnya, Presiden menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, terkait hasil kunjungan kerja ke sejumlah pusat keuangan dunia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam lawatan ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia, Danantara melakukan serangkaian pertemuan dengan investor dan pelaku pasar global untuk mempromosikan peluang investasi di Indonesia.

Baca Juga: Saham Bank BUMN Tiba-Tiba Melejit, DPR dan Danantara Siapkan Buyback, BBTN Terbang 10%

Menurut Teddy, hasil pertemuan tersebut menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Rosan mengungkapkan, awalnya Danantara menargetkan penghimpunan dana sebesar US$1 miliar melalui penerbitan obligasi global perdana. Namun tingginya minat investor membuat target tersebut dinaikkan menjadi US$1,5 miliar.

“Dari rencana US$1 miliar yang ingin dicapai, nilai pemesanan yang masuk mencapai sekitar US$4,6 miliar. Melihat tingginya animo investor, kami meningkatkan nilai penerbitan menjadi US$1,5 miliar,” ujar Rosan dalam konferensi pers, Senin (15/6).

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari rangkaian promosi investasi yang dilakukan Danantara di berbagai pusat keuangan dunia seperti Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Dalam kegiatan tersebut, Danantara bertemu dengan sekitar 122 investor institusi global.

Baca Juga: Danantara Jadi Pengawas Tunggal Ekspor Sawit dan Batu Bara, Awasi Manipulasi Transaksi

Selain mencatat kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 4,6 kali lipat, Danantara juga berhasil memperoleh tingkat kupon yang kompetitif. Obligasi tenor lima tahun diterbitkan dengan kupon 5,35 persen, sedangkan tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen.

Investor asal Amerika Serikat tercatat menjadi pembeli terbesar dalam penerbitan obligasi tersebut. Untuk tenor 10 tahun, sekitar 52 persen investor berasal dari Amerika Serikat. Sementara investor dari Eropa dan Timur Tengah menyumbang 31 persen, sedangkan investor Asia sebesar 17 persen.

“Peminat terbesar justru berasal dari Amerika Serikat. Untuk obligasi tenor 10 tahun, sebanyak 52 persen investor yang berpartisipasi berasal dari negara tersebut,” kata Rosan.

Menurutnya, dominasi investor dari negara-negara dengan pasar keuangan terbesar dunia menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap Indonesia masih sangat kuat.

Keberhasilan penerbitan obligasi global perdana ini juga diperkuat oleh perolehan peringkat kredit Danantara yang setara dengan sovereign rating Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional Moody’s, S&P, dan Fitch.

Rosan menilai tingginya permintaan investor dan tingkat imbal hasil yang kompetitif menjadi bukti bahwa pasar global memiliki keyakinan terhadap prospek jangka panjang Danantara maupun ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi global ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendanaan Danantara untuk mendukung berbagai proyek investasi strategis nasional. Di sisi lain, keberhasilan tersebut juga menjadi sinyal positif bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor global meski perekonomian dunia masih menghadapi berbagai tantangan.

Capaian ini sekaligus memperkuat pesan pemerintah bahwa kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia terus meningkat, tercermin dari besarnya dana yang berhasil dihimpun dan tingginya minat investor global terhadap instrumen keuangan yang diterbitkan Danantara.

Editor : Hany Akasah
#prabowo #Danantara #obligasi #Teddy Indra Wijaya #investor