Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, DPR Puji Langkah BI Perkuat Rupiah Lewat Kerja Sama dengan Tiongkok dan Hong Kong

Hany Akasah • Senin, 15 Juni 2026 | 09:23 WIB
SIGNIFIKAN : Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi tinggi atas langkah konkret Bank Indonesia (BI) dalam memperkuat nilai tukar rupiah.
SIGNIFIKAN : Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi tinggi atas langkah konkret Bank Indonesia (BI) dalam memperkuat nilai tukar rupiah.

RADAR SURABAYA BISNIS - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia (BI) atas langkah-langkah konkret dalam memperkuat nilai tukar rupiah. 

Apresiasi tersebut diberikan merespons keberhasilan BI menjalin kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) serta perluasan Local Currency Transaction (LCT) di kawasan Asia Timur.

Langkah strategis ini dikukuhkan melalui pertemuan tingkat tinggi antara Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People’s Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng di Shanghai, Tiongkok, pada Kamis (11/6/2026).

Melalui siaran persnya pada Minggu (14/6/2026), Dasco secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap otoritas moneter tersebut.

“Kami memberikan apresiasi kepada BI atas langkah-langkah untuk memperkuat rupiah,” ujar Dasco.

Baca Juga: Tembus Rp113,4 T dan Serap 45 Ribu Pekerja, Area KEK Gresik Siap Diperluas

Pimpinan DPR yang membidangi koordinasi politik dan keamanan itu menjelaskan bahwa upaya BI tidak berhenti pada kerja sama BCSA saja.

Bank Indonesia bersama PBOC dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA) juga resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait LCT yang kini diperluas hingga mencakup wilayah Hong Kong. Penandatanganan ini turut melibatkan Chief Executive HKMA, Eddie Yue.

Menurut Dasco, perluasan LCT ini menjadi babak baru bagi kemandirian mata uang kawasan.

"Kesepakatan itu membuat transaksi antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong bisa dilakukan dengan menggunakan rupiah atau renminbi tanpa harus menggantungkan pada dolar Amerika Serikat (USD)," imbuh Dasco.

Selain sektor makro, Dasco juga memuji langkah agresif BI dalam membawa Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke mancanegara. Dalam MoU tersebut, disepakati pula implementasi QRIS lintas batas antara Indonesia dan Tiongkok, sehingga transaksi antara pelaku usaha kedua negara menjadi jauh lebih praktis.

"Sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 di Indonesia, semuanya terhubung," ungkapnya.

Baca Juga: Bidik Pasar Premium, Kereta Panoramic KAI Catat Lonjakan Penumpang 62,32 Persen Tahun Ini

Kerja sama baru ini diyakini akan membawa dampak masif bagi stabilitas rupiah, mengingat volume perdagangan kedua negara sangat besar.

Dasco mengungkapkan bahwa dengan disepakatinya perjanjian antara BI dan PBOC, transaksi ekspor-impor Indonesia dengan Tiongkok yang pada tahun 2025 lalu mencapai USD 154,5 miliar, kini sudah bisa beralih menggunakan skema LCT.

Sistem ini memungkinkan penyelesaian perdagangan langsung menggunakan mata uang rupiah dan renminbi tanpa perlu melakukan konversi ke mata uang global utama terlebih dahulu.

"Ini upaya yang sangat serius mengurangi kebutuhan dolar Amerika Serikat untuk transaksi dagang. Termasuk digunakannya QRIS lintas negara antara Indonesia-China. Hal ini dilakukan BI untuk memperkuat Rupiah," pungkas Dasco. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
#rupiah #Dasco #bank indonesia #tiongkok #qris