Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.694 per Dolar AS, Intervensi Moneter Jaga Stabilitas

Hany Akasah • Senin, 15 Juni 2026 | 09:07 WIB
MELEMAH TIPIS : Dolar AS terpantau merangkak naik dari Rp17.779,30 pada Minggu (14/06) menjadi Rp17.786,70 pada Senin (15/06) hari ini.
MELEMAH TIPIS : Dolar AS terpantau merangkak naik dari Rp17.779,30 pada Minggu (14/06) menjadi Rp17.786,70 pada Senin (15/06) hari ini.

 

RADAR SURABAYA BISNIS - Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) di pertengahan bulan ini terus menunjukkan dinamika yang menarik sekaligus menantang bagi pasar domestik. Ketidakpastian geopolitik global, spekulasi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed), serta berbagai sentimen ekonomi nasional turut membayangi fluktuasi mata uang Garuda dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini memicu perhatian ketat dan kewaspadaan tinggi dari para pelaku pasar, importir, hingga investor asing yang terus mengamati ketahanan fundamental ekonomi Indonesia di tengah volatilitas global.

Pergerakan yang dinamis dan cenderung volatil ini terlihat jelas dari perubahan angka yang signifikan dalam kurun waktu yang sangat singkat, bahkan di luar jam perdagangan aktif.

Berdasarkan data pasar keuangan yang tercatat pada hari Minggu (14/06), nilai tukar 1 Dolar AS sempat menyentuh level Rp17.779,30. Level yang cukup tinggi ini mencerminkan adanya tekanan eksternal yang kuat serta aksi ambil untung (profit taking) dari para investor global terhadap mata uang negara berkembang (emerging markets), yang puncaknya terasa menjelang penutupan akhir pekan.

Namun, memasuki awal pekan pada hari senin (15/06/2026), posisi mata uang domestik menunjukkan resiliensi dengan mengalami sedikit pergeseran ke arah yang lebih positif.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hari ini, tercatat bahwa 1 Dolar Amerika Serikat kini setara dengan 17.694,00 Rupiah Indonesia.

Meskipun intervensi pasar dan sentimen pagi hari berhasil membawa Rupiah sedikit menguat dibandingkan hari sebelumnya, angka ini tetap mengonfirmasi bahwa nilai tukar masih berada di zona yang rawan fluktuasi.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah antisipatif dan bauran strategi moneter yang solid dari Bank Indonesia guna menjaga stabilitas inflasi dan mengamankan pasokan devisa negara ke depan. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
#rupiah #pasar #kurs #dolar #ekonomi nasional