Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Modal Asing Rp 19 Triliun Mengalir Deras ke RI

Hany Akasah • Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:12 WIB
ILUSTRASI: Nilai tukar Rupiah terpantau menguat tajam ke level Rp 17.779 per dolar AS seiring tingginya kepercayaan investor asing terhadap instrumen pasar keuangan domestik.
ILUSTRASI: Nilai tukar Rupiah terpantau menguat tajam ke level Rp 17.779 per dolar AS seiring tingginya kepercayaan investor asing terhadap instrumen pasar keuangan domestik.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate membuahkan hasil positif bagi stabilitas pasar keuangan domestik. 

Langkah strategis ini langsung direspons pasar dengan derasnya aliran modal asing (capital inflow) sebesar Rp 19 triliun hanya dalam waktu dua hari, yang turut menjadi katalis penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa nilai tukar Rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026) bertengger di level Rp 17.865 per dolar AS. 

Baca Juga: Bidik Pasar Premium, Kereta Panoramic KAI Catat Lonjakan Penumpang 62,32 Persen Tahun Ini

Posisi tersebut mencatatkan apresiasi penguatan sebesar 0,84 persen dibandingkan penutupan pada 5 Juni 2026.

"Penguatan Rupiah mencerminkan respons positif pasar terhadap bauran kebijakan yang ditempuh bank sentral. Perkembangan ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik," jelas Destry dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Bauran kebijakan pro-stabilitas tersebut mencakup kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen, penguatan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta pemberian insentif hedging swap bagi investor asing. Selain itu, BI juga membuka akses repo untuk menjaga likuiditas perbankan dan meningkatkan intensitas operasi moneter.

Baca Juga: Dinamika Akhir Pekan, Harga Kedelai Impor dan Lokal di Jawa Timur Kompak Naik

Tingginya minat investor global terlihat nyata dari angka transaksi. Pada Rabu (10/6/2026), aliran dana asing yang masuk mencapai Rp 15,11 triliun. 

Momentum ini berlanjut pada Kamis (11/6/2026) dengan tambahan inflow sebesar Rp 3,91 triliun, yang mayoritas terserap pada instrumen SRBI dan Surat Berharga Negara (SBN).

Keputusan menaikkan suku bunga sebelumnya ditetapkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan pada 9 Juni 2026. 

Baca Juga: Grafik Harga Emas Antam Mulai Tunjukkan Sinyal Rebound, Simak Rincian Terbarunya

BI Rate dinaikkan 25 basis poin menjadi 5,50 persen, diiringi kenaikan Deposit Facility menjadi 4,50 persen dan Lending Facility ke angka 6,25 persen.

Langkah ini dinilai krusial sebagai strategi lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Akhir Pekan Ceria, Saham Bank Besar dan Energi Kompak Menghijau Dongkrak IHSG ke Level 6.007

Editor : Hany Akasah
#bank indonesia #dolar #modal asing #bi rate #suku bunga