RADAR SURABAYA BISNIS - Dinamika nilai tukar mata uang Garuda terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) menunjukkan pergerakan yang sangat fluktuatif namun cenderung menguat pada pertengahan bulan Juni 2026.
Berdasarkan data pasar spot global pada hari Sabtu (13/06/26), nilai tukar 1 Dolar AS kini berada di level Rp17.779,30.
Angka ini mencerminkan angin segar bagi perekonomian domestik, mengingat grafik pergerakan satu bulan terakhir (1BLN) memperlihatkan bahwa Rupiah sempat berada di bawah tekanan besar dalam beberapa pekan sebelumnya.
Setelah sempat merosot tajam sejak akhir Mei hingga menyentuh level psikologis baru di atas Rp18.000, posisi Rupiah saat ini mengonfirmasi adanya momentum pemulihan yang cukup solid di pasar internasional.
Jika menilik data historis resmi yang dirilis oleh Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), terlihat jelas bagaimana kronologi pembalikan arah (rebound) ini terjadi sepanjang awal Juni.
Pada minggu pertama bulan tersebut, tekanan terhadap mata uang Rupiah mencapai puncaknya, di mana kurs referensi JISDOR terus merangkak naik dari Rp17.931,00 pada 3 Juni hingga menembus Rp18.171,00 pada Senin, 8 Juni 2026.
Lonjakan ini menandai titik terlemah Rupiah dalam periode berjalan akibat berbagai sentimen pasar. Namun, setelah menyentuh titik jenuh tersebut, Rupiah mulai menunjukkan ketahanan dan berhasil memangkas kerugian secara bertahap selama empat hari berturut-turut.
Proses penguatan Rupiah ini terekam secara konsisten dalam pencatatan harian Bank Indonesia. Pada tanggal 9 Juni, kurs JISDOR berhasil ditekan turun ke Rp18.141,00, dilanjutkan penguatan ke level Rp17.971,00 pada 10 Juni, dan sedikit tertahan di Rp17.981,00 pada 11 Juni.
Memasuki akhir pekan bursa pada hari Jumat, 12 Juni 2026, kurs JISDOR resmi ditutup menguat di angka Rp17.921,00.
Penutupan yang positif di pasar domestik tersebut kemudian diteruskan oleh transaksi di pasar spot global hingga Sabtu pagi (13/06), yang berhasil membawa posisi Rupiah semakin perkasa ke level Rp17.779,30.
Sinkronisasi antara data JISDOR Bank Indonesia dan pasar spot internasional ini mengonfirmasi bahwa tren pelemahan tajam di awal Juni telah mereda dan berganti menjadi fase konsolidasi penguatan bagi mata uang Rupiah. (nov/han)
Editor : Hany Akasah