RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan resiliensi yang cukup kuat dalam dua hari terakhir perdagangan pekan ini. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis oleh Bank Indonesia pada Kamis (11/06/26), kurs referensi berada di level Rp17.981,00 per USD.
Pada perdagangan hari yang sama, pergerakan rupiah di pasar spot sejak pagi hingga siang hari terpantau bergerak dinamis namun tetap terkendali di kisaran Rp17.925 hingga Rp17.959 per USD.
Sementara itu, guna memfasilitasi kebutuhan korporasi dan valuta asing, Bank Indonesia menetapkan kurs transaksi resmi di level Rp18.060,85 untuk kurs jual dan Rp17.881,15 untuk kurs beli.
Memasuki penutupan pekan pada Jumat (12/06/26) mata uang Garuda berhasil melanjutkan momentum positifnya dan menekan balik dominasi greenback.
Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot, rupiah merangkak naik dan bergerak di zona yang lebih kuat, yakni di kisaran Rp17.907 hingga Rp17.940 per USD.
Apresiasi rupiah di pasar spot ini langsung direspons oleh perbankan nasional yang mulai menyesuaikan harga jual dan beli dolar mereka. Sebagai contoh, Bank BNI pada hari Jumat ini mematok kurs jual di angka Rp18.050,00 dan kurs beli yang cukup kompetitif di level Rp17.970,00 per USD.
Penguatan yang konsisten dalam dua hari terakhir ini mencerminkan tingginya kepercayaan pasar serta masuknya aliran modal asing, di tengah respons positif para pelaku ekonomi terhadap stabilitas kebijakan moneter domestik. (nov/han)
Editor : Hany Akasah