RADAR SURABAYA BISNIS - Tren penurunan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tampaknya kian tidak terbendung dan terus berlanjut hingga pertengahan pekan ini, sekaligus mencatatkan salah satu koreksi harian terdalam dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data resmi terbaru yang dirilis pada hari Kamis, 11 Juni 2026 pukul 09:49 WIB, harga jual komoditas berkilau ini kembali merosot sebesar Rp 24.000 atau setara dengan 0,88% dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya, sehingga kini bertengger di angka Rp 2.689.000 per gram.
Sentimen negatif ini terasa kian memukul para pemegang aset investasi menyusul jatuhnya harga pembelian kembali (buyback) oleh pihak Logam Mulia secara jauh lebih signifikan, yakni anjlok hingga Rp 92.000 atau merosot sekitar 3,7% ke level Rp 2.395.000 per gram dalam waktu satu hari saja.
Akibat timpangnya penurunan antara harga jual dan harga beli ini, jarak selisih harga (spread) kini melebar cukup lebar hingga mencapai Rp 294.000 per gram atau berkisar 10,93%.
Lebarnya nilai spread ini menjadi sinyal kuat bagi para investor dan pelaku pasar untuk cenderung bersikap lebih pasif, menahan diri (wait and see), serta ekstra berhati-hati sebelum mengambil keputusan likuidasi ataupun langkah investasi lebih lanjut di tengah volatilitas tinggi ini.
Baca Juga: 35 Ribu Guru ASN di Jatim Belum Terima TPG, THR dan Gaji ke-13, Tunggakan Capai Rp274 Miliar
Jika menilik lebih jauh ke belakang mengenai riwayat pergerakan harga sepanjang bulan Juni 2026, komoditas yang kerap diandalkan sebagai pelindung nilai (safe haven) utama saat ketidakpastian ekonomi ini memang tercatat terus mengalami tekanan fundamental yang cukup berat sejak awal bulan.
Pasar dibuka pada tanggal 1 Juni dengan optimisme tinggi ketika emas Antam sempat menyentuh level tertingginya di angka Rp 2.799.000 per gram, namun setelah itu grafik harga justru didominasi oleh tren merangkak turun secara berkala dan konsisten.
Meski sempat muncul riak-riak kenaikan tipis sebagai bentuk perlawanan pasar, seperti saat harga menguat Rp 11.000 pada tanggal 5 Juni dan merangkak naik Rp 5.000 pada tanggal 8 Juni, sentimen pembalikan arah tersebut terbukti belum cukup kuat untuk menahan laju koreksi yang lebih besar.
Secara akumulatif, hanya dalam kurun waktu sebelas hari pertama di bulan Juni ini, nilai intrinsik emas Antam telah terpangkas habis sebesar Rp 110.000 per gram dari posisi puncaknya.
Kondisi ini kian dipertegas oleh penurunan berturut-turut tanpa jeda dalam tiga hari terakhir perdagangan dimulai dari Rp 2.733.000 pada 9 Juni, merosot ke Rp 2.713.000 pada 10 Juni, hingga akhirnya menyentuh level Rp 2.689.000 hari ini, sebuah realitas pasar yang mempertegas bahwa dominasi tren koreksi jangka pendek saat ini masih memegang kendali penuh atas pergerakan harga logam mulia di tanah air. (nov/han)