radarsurabayabisnis.id - Saham-saham bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mendadak menjadi pusat perhatian pasar setelah mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Penguatan tajam ini terjadi usai DPR RI mendorong aksi buyback saham bank BUMN yang dinilai mengalami tekanan berlebihan dalam beberapa waktu terakhir.
Sentimen tersebut langsung disambut positif oleh pelaku pasar. Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi bintang utama dengan kenaikan mencapai 10,48% ke level Rp1.160 per saham. Kenaikan ini menjadikan BBTN sebagai emiten perbankan dengan performa terbaik di antara anggota Himbara pada perdagangan hari itu.
Tak hanya BBTN, saham bank BUMN lainnya juga ikut melesat. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 8,31% ke Rp3.260 per saham, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 6,56% ke Rp2.760, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bertambah 6,47% ke level Rp3.950 per saham.
Buyback Saham Bank BUMN Jadi Pemicu Reli Pasar
Kenaikan saham-saham Himbara turut mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 4,82% atau 257,60 poin ke posisi 5.599,74 menjelang penutupan sesi pertama perdagangan.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa pihaknya telah membahas langkah pembelian kembali saham-saham berkualitas yang mengalami tekanan harga bersama sejumlah institusi negara.
Menurut Dasco, diskusi dilakukan dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen guna mencari langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.
Baca Juga: Sentuh Rp 18.000, Rupiah Terkapar di Level Terlemah Sejarah, KSSK Tunggu Aba-Aba Bank Indonesia
"Kami berdiskusi dengan Pak Dony Oskaria dari Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen mengenai situasi pasar dan saham-saham bagus yang bisa dibeli kembali," kata Dasco di Kompleks DPR RI, Selasa.
Pernyataan tersebut muncul setelah DPR menggelar pertemuan dengan jajaran Himbara yang membahas kondisi pasar dan tekanan yang dialami saham-saham perbankan BUMN dalam beberapa pekan terakhir.
Fundamental Himbara Disebut Masih Sangat Kuat
Di tengah koreksi harga saham yang terjadi sepanjang tahun ini, Ketua Himbara Putrama Wahju Setyawan menegaskan bahwa kondisi fundamental bank-bank BUMN tetap berada dalam kondisi sehat dan kuat.
Ia menyebut kinerja operasional Himbara saat ini bahkan termasuk yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir, meskipun harga saham sempat mengalami tekanan signifikan akibat sentimen pasar.
"Secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus," ujarnya.
Putrama memaparkan bahwa rata-rata pertumbuhan kredit bank anggota Himbara berada di kisaran 20%, sementara pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 20% hingga 30%.
Selain itu, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat berada pada level sehat, yakni sekitar 88% hingga 90%, sedangkan rasio Non Performing Loan (NPL) masih terjaga di bawah 2%, mencerminkan kualitas kredit yang tetap solid.
Saham BBRI, BMRI, dan BBNI Masih Minus Dua Digit Sepanjang Tahun
Meski mencatat lonjakan tajam pada perdagangan terbaru, mayoritas saham bank BUMN sebenarnya masih berada dalam zona merah secara tahunan.
Data year to date menunjukkan BBRI masih terkoreksi sekitar 23,9%, disusul BBNI yang turun 22,3%, serta BMRI yang melemah 21,58%. Sementara itu, BBTN menjadi satu-satunya anggota Himbara yang masih mampu bertahan positif dengan kenaikan tipis sekitar 0,43% sejak awal tahun.
Kondisi tersebut membuat banyak investor melihat harga saham bank BUMN saat ini berada pada level yang lebih menarik dibandingkan sebelumnya.
Analis: Sentimen Buyback Bisa Pulihkan Kepercayaan Investor
Sejumlah analis pasar modal menilai rencana pembelian kembali saham oleh institusi negara berpotensi menjadi katalis positif yang mampu memulihkan kepercayaan investor terhadap sektor perbankan nasional.
Namun demikian, investor tetap diingatkan untuk tidak hanya mengandalkan sentimen jangka pendek. Faktor fundamental seperti pertumbuhan kredit, kualitas aset, profitabilitas, dan prospek ekonomi nasional tetap menjadi penentu utama kinerja saham dalam jangka panjang.
Dengan fundamental yang masih kuat dan dukungan sentimen buyback dari lembaga negara, saham-saham Himbara kini kembali menjadi sorotan utama pasar dan berpotensi menjadi salah satu sektor yang paling menarik untuk dicermati dalam beberapa waktu ke depan.
Kata kunci SEO utama: saham bank BUMN, saham Himbara, buyback saham BUMN, saham BBTN naik, saham BBRI, saham BMRI, saham BBNI, IHSG hari ini, Danantara, DPR RI, saham perbankan Indonesia.
Editor : Hany Akasah