RADAR SURABAYA BISNIS – Harga Logam Mulia Kontrak Berjangka PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami rebound atau penguatan tipis pada awal pekan ini.
Berdasarkan data terbaru dari aplikasi Butik Emas logam mulia pada Senin (8/6) pukul 08.16 WIB, harga jual emas Antam tercatat berada di level Rp2.743.000 per gram.
Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp5.000 atau sekitar 0,18 persen dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya yang sempat tertahan di posisi Rp2.738.000 per gram.
Sinyal positif juga diikuti oleh harga pembelian kembali atau buyback oleh pihak Antam yang mengalami peningkatan lebih tinggi.
Harga buyback pada pagi hari ini melesat naik sebesar Rp9.000 atau tumbuh sekitar 0,36 persen, sehingga kini bertengger di level Rp2.540.000 per gram.
Dengan penyesuaian harga jual dan harga beli tersebut, jarak margin atau selisih harga (spread) antara harga beli ritel dan harga buyback kini berada di angka Rp203.000 per gram, atau setara dengan 7,4 persen dari nilai investasi awal.
Kendati berhasil membuka pekan ini di zona hijau, performa komoditas emas batangan sepanjang bulan berjalan ini tercatat masih berada dalam tren melemah.
Jika ditarik dari grafik histori sejak awal bulan Juni 2026, harga emas Antam secara akumulatif telah merosot sebesar Rp56.000 atau minus sekitar 2 persen. Pada awal bulan, tepatnya tanggal 1 Juni, harga emas sempat menyentuh level tertinggi bulan ini di posisi Rp2.799.000 per gram, sebelum akhirnya terus merosot secara fluktuatif akibat tekanan pasar global.
Secara rinci, pergerakan harga emas Antam sejak awal Juni diawali dengan koreksi tajam pada tanggal 2 Juni sebesar Rp25.000 menjadi Rp2.774.000 per gram, yang bertahan hingga tanggal 3 Juni.
Baca Juga: Jawa Timur Bidik Posisi Pusat Industri Mebel dan Kerajinan Terbesar di ASEAN
Selanjutnya, harga kembali merosot Rp15.000 pada 4 Juni ke angka Rp2.759.000 per gram, meski sempat naik tipis Rp11.000 pada keesokan harinya. Penurunan terdalam terjadi pada akhir pekan tanggal 6 Juni yang anjlok sebesar Rp32.000 ke level Rp2.738.000 per gram dan bertahan stagnan pada hari Minggu, sebelum akhirnya berhasil bangkit kembali pada Senin pagi ini.
Para analis pasar keuangan menilai bahwa pergerakan fluktuatif ini merupakan hal yang wajar di tengah dinamika ekonomi makro dan perubahan sentimen global.
Bagi para investor retail lokal, penguatan tipis di hari Senin ini setidaknya memberikan angin segar sekaligus menjadi momen strategis, baik untuk melakukan akumulasi aset maupun memanfaatkan simulasi buyback guna merealisasikan keuntungan jangka pendek di tengah volatilitas harga yang masih membayangi hingga pertengahan tahun ini. (nov/han)
Editor : Hany Akasah