RADAR SURABAYA BISNIS — Nilai tukar mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah Indonesia terus menunjukkan penguatan signifikan hingga menyentuh angka Rp18.095,70 pada hari sabtu (06/06).
Kendati lonjakan kurs ini terbilang cukup tinggi, kondisi aktivitas transaksi di sejumlah jasa penukaran mata uang asing atau money changer di wilayah Kabupaten Gresik terpantau masih relatif sepi.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya lonjakan kunjungan dari masyarakat yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menukarkan simpanan dolar mereka ke dalam bentuk rupiah.
Kondisi landai ini diakui langsung oleh Arifin, salah satu pemilik money changer di Kabupaten Gresik. Menurutnya, pergerakan transaksi di tokonya masih berjalan normal seperti hari-hari biasa tanpa ada antrean yang berarti.
Masyarakat dinilai masih bersikap tenang dan cenderung menahan aset mata uang asing mereka untuk mengamati pergerakan pasar lebih lanjut.
Baca Juga: Emak-Emak Harap Bersiap, Harga Kentang hingga Tomat di Jatim Kompak Naik Hari Ini
"Meskipun nilai tukar Dolar AS sekarang sudah menembus angka Rp18.095,70, aktivitas di money changer kami di Gresik ini posisinya masih landai-landai saja. Sampai hari ini, belum nampak adanya peningkatan kunjungan yang signifikan dari warga yang ingin menukarkan mata uang asing mereka, terutama dari dolar ke rupiah. Sepertinya masyarakat masih wait and see atau melihat perkembangan situasi ekonomi dulu sebelum mengambil keputusan untuk melepas dolar mereka," ujar Arifin saat ditemui di gerai miliknya.
Situasi ini berbanding terbalik dengan prediksi sebagian kalangan yang memperkirakan bahwa meroketnya nilai tukar dolar akan memicu gelombang aksi ambil untung (profit taking) secara massal oleh masyarakat daerah.
Arifin menambahkan, rata-rata transaksi yang terjadi saat ini masih didominasi oleh kebutuhan mendesak atau reguler, seperti kiriman dari pekerja migran atau kebutuhan perjalanan ke luar negeri, bukan karena kepanikan atau spekulasi pasar yang berlebihan. (nov/han)
Editor : Hany Akasah