Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Se-Pulau Jawa!

Hany Akasah • Jumat, 22 Mei 2026 | 21:57 WIB
Infografis pencapaian pertumbuhan ekonomi provinsi di Pulau Jawa pada Triwulan I-2026.
Infografis pencapaian pertumbuhan ekonomi provinsi di Pulau Jawa pada Triwulan I-2026.

RADAR SURABAYA BISNIS – Perekonomian Provinsi Jawa Timur mengawali tahun 2026 dengan catatan impresif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I-2026 berhasil tumbuh pesat sebesar 5,96 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).

Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa, mengungguli Jawa Tengah (5,89%), DI Yogyakarta (5,84%), Jawa Barat (5,79%), Banten (5,64%), dan DKI Jakarta (5,59%).

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku pada periode ini tercatat mencapai Rp888,44 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp523,66 triliun. 

Baca Juga: Fokus Anggaran dan Distribusi, Bulog Salurkan 1,9 Juta Ton Beras di Tengah Ancaman El Nino

Secara regional, capaian ini membuat Jawa Timur memberikan kontribusi sebesar 25,16 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,40 persen terhadap total perekonomian nasional.

Sektor Pertanian dan Industri Jadi Tulang Punggung

Dari sisi lapangan usaha, lonjakan pertumbuhan tertinggi secara triwulanan (q-to-q) didorong oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang meroket hingga 15,85 persen. 

Sektor ini menunjukkan pemulihan dan peningkatan yang signifikan dibanding triwulan sebelumnya, menjadikannya motor utama penggerak aktivitas ekonomi daerah.

Baca Juga: Viral di Medsos Daftar Mobil yang Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026

Sementara itu, sektor Industri Pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur juga tetap mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,19 persen, diikuti sektor perdagangan yang tumbuh 0,34 persen.

Secara struktur ekonomi keseluruhan, Industri Pengolahan masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 31,45 persen, disusul sektor Perdagangan (18,77%), Pertanian (10,51%), dan Konstruksi (8,49%). Keempat sektor utama ini menyumbang sekitar 69,21 persen terhadap struktur ekonomi Jawa Timur.

Di sisi lain, sektor konstruksi menjadi anomali dengan mengalami kontraksi sebesar 6,93 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Baca Juga: Menkeu Pastikan Indonesia Tak Akan Krisis seperti 1998, Rupiah Akan Menguat ke Rp15.000

Konsumsi Pemerintah Menguat

Dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi tahunan Jawa Timur mendapat dorongan kuat dari Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang melonjak tajam hingga 20,33 persen. 

Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi juga menunjukkan iklim yang sehat dengan peningkatan 7,50 persen, sedangkan Konsumsi Rumah Tangga tetap solid dengan pertumbuhan 5,89 persen.

Kinerja positif di awal tahun 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas ekonomi dan bisnis di Jawa Timur berada dalam tren yang sangat baik, didukung oleh fundamental sektor produktif dan konsumsi domestik yang terus terjaga.

Baca Juga: Ekspor Sumber Daya Alam Wajib Lewat BUMN Export, Pemerintah Siapkan Aturan Baru

Editor : Hany Akasah
#ekonomi #bapenda jatim #Triwulan I 2026 #jawa timur #pertanian