Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.685 Triliun pada Triwulan I 2026

Hany Akasah • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:10 WIB
ILUSTRASI: Uang rupiah
ILUSTRASI: Uang rupiah

RADAR SURABAYA BISNIS - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia kembali mengalami peningkatan pada triwulan I 2026.

Berdasarkan laporan terbaru Bank Indonesia yang dirilis pada Mei 2026, total utang luar negeri Indonesia tercatat mencapai US$ 433,4 miliar atau setara sekitar Rp 7.685 triliun.

Kenaikan tersebut menunjukkan kebutuhan pembiayaan eksternal Indonesia masih cukup besar untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.

Dalam laporannya, Bank Indonesia menyebut posisi ULN Indonesia pada awal 2026 mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya, meskipun pertumbuhannya relatif terbatas.

Baca Juga: Forbes Advisor Rilis Daftar Mata Uang Terlemah 2026, Rupiah Turut Masuk Daftar

Kondisi ini terjadi di tengah situasi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian.

Tingginya suku bunga global, penguatan dolar Amerika Serikat, hingga tensi geopolitik internasional masih menjadi tantangan bagi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski nominal utang meningkat, Bank Indonesia menilai struktur utang luar negeri Indonesia tetap berada dalam kondisi sehat karena sebagian besar didominasi utang jangka panjang serta dikelola secara hati-hati.

Secara tahunan, pertumbuhan ULN Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 0,8 persen year-on-year (YoY).

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Jumat 22 Mei 2026, Cabai Kompak Naik

Angka tersebut melambat dibanding pertumbuhan tahun sebelumnya yang berada di level 1,9 persen.

Kenaikan utang terutama berasal dari sektor publik, termasuk pemerintah dan bank sentral, yang masih membutuhkan dukungan pembiayaan untuk belanja negara serta pelaksanaan sejumlah proyek strategis nasional.

Jika melihat pergerakan dalam beberapa periode terakhir, posisi ULN Indonesia mengalami fluktuasi. Pada triwulan I 2025, total utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar US$ 429,859 miliar.

Kemudian pada triwulan II 2025, nilainya meningkat menjadi US$ 433,794 miliar atau tumbuh sekitar 0,92 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Namun, pada triwulan III 2025, posisi ULN sempat turun menjadi US$ 427,548 miliar.

Penurunan sekitar 1,44 persen tersebut terjadi seiring pembayaran sejumlah kewajiban utang dan penyesuaian pembiayaan eksternal.

Baca Juga: Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Kembali Tertekan pada Perdagangan Jumat

Memasuki triwulan IV 2025, posisi utang luar negeri kembali naik menjadi US$ 433,185 miliar atau meningkat sekitar 1,32 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Sementara pada triwulan I 2026, ULN Indonesia kembali bertambah menjadi US$ 433,389 miliar atau naik tipis sekitar 0,05 persen dibanding akhir 2025.

Bank Indonesia juga mencatat bahwa utang pemerintah masih menjadi komponen terbesar dalam struktur utang luar negeri nasional.

Meski demikian, pemerintah menegaskan pengelolaan utang dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kemampuan pembayaran negara dan risiko fiskal dalam jangka panjang.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Merosot, Buyback Ikut Melemah

Di sisi lain, kenaikan utang luar negeri juga mencerminkan masih besarnya kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional.

Pemerintah masih membutuhkan dana untuk mendukung pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, transisi energi, hingga berbagai program sosial dan pendidikan.

Walaupun nilai ULN terus bertambah, rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih berada di kisaran 30 persen.

Angka tersebut dinilai masih relatif aman dan lebih rendah dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya berdasarkan berbagai indikator internasional.

Baca Juga: Dua Pabrik LPG Swasta Baru Lolos Uji Coba, Siap Dorong Kapasitas Produksi Nasional

Dengan kondisi tersebut, pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan tetap menjaga pengelolaan utang secara hati-hati agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#ekonomi #bi #dolar #utang #keuangan