Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Forbes Advisor Rilis Daftar Mata Uang Terlemah 2026, Rupiah Turut Masuk Daftar

Hany Akasah • Jumat, 22 Mei 2026 | 11:14 WIB
ILUSTRASI: Rupiah Indonesia masuk dalam daftar lima mata uang terlemah dunia versi Forbes Advisor 2026
ILUSTRASI: Rupiah Indonesia masuk dalam daftar lima mata uang terlemah dunia terhadap dolar AS versi Forbes Advisor 2026

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar sejumlah mata uang dunia kembali menjadi sorotan setelah Forbes Advisor merilis daftar mata uang terlemah di dunia pada awal Mei 2026.

Dalam artikel bertajuk Top 10 Weakest Currencies In The World In 2026, Forbes Advisor memuat daftar negara dengan nilai tukar mata uang paling rendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi pertama ditempati mata uang Rial Iran (IRR) dengan nilai tukar mencapai 1.315.000 rial per 1 dolar AS.

Kondisi tersebut menjadikan Iran sebagai negara dengan mata uang terlemah di dunia dalam daftar tersebut.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Jumat 22 Mei 2026, Cabai Kompak Naik

Di posisi kedua terdapat Pound Lebanon (LBP) dengan nilai tukar 89.432 pound per dolar AS.

Sementara peringkat ketiga ditempati Dong Vietnam (VND) yang berada di level 26.319 dong per dolar AS.

Selanjutnya, Kip Laos (LAK) berada di posisi keempat dengan nilai tukar 21.971 kip per dolar AS.

Sementara itu, Indonesia berada di posisi kelima melalui mata uang Rupiah (IDR) yang tercatat berada di level 17.420 per dolar AS pada awal Mei 2026.

Baca Juga: Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Kembali Tertekan pada Perdagangan Jumat

Masuknya rupiah ke dalam jajaran lima mata uang terlemah dunia menjadi perhatian tersendiri, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Di bawah Indonesia terdapat Som Uzbekistan (UZS) dengan nilai tukar 11.999 som per dolar AS.

Kemudian Franc Guinea (GNF) di posisi ketujuh dengan kurs 8.777 franc per dolar AS.

Peringkat kedelapan ditempati Guarani Paraguay (PYG) yang berada di angka 6.218 per dolar AS.

Sementara Ariary Madagaskar (MGA) berada di posisi kesembilan dengan nilai tukar 4.162 ariary per dolar AS.

Adapun posisi kesepuluh diisi Franc Burundi (BIF) dengan nilai tukar 2.983 franc per dolar AS.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Merosot, Buyback Ikut Melemah

Meski demikian, data tersebut merupakan catatan kurs pada awal Mei 2026 sehingga nilai tukar masing-masing negara masih dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi global dan pergerakan pasar keuangan internasional.

Melemahnya nilai tukar suatu mata uang biasanya dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari inflasi, kondisi geopolitik, suku bunga, ketidakstabilan ekonomi, hingga tekanan terhadap perdagangan internasional.

Bagi Indonesia, masuknya rupiah dalam daftar tersebut tentu menjadi catatan yang disayangkan.

Nilai tukar rupiah yang melemah dapat berdampak pada kenaikan biaya impor dan tekanan terhadap sejumlah sektor ekonomi.

Baca Juga: Dua Pabrik LPG Swasta Baru Lolos Uji Coba, Siap Dorong Kapasitas Produksi Nasional

Namun di sisi lain, pemerintah dan otoritas keuangan diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan fundamental ekonomi, pengendalian inflasi, hingga menjaga kepercayaan investor terhadap pasar domestik.

Dengan berbagai langkah penguatan ekonomi yang terus dilakukan, masyarakat berharap nilai tukar rupiah dapat kembali lebih stabil dan mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#rupiah #finansial #kurs #dolar #uang