Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemerintah Pangkas Anggaran MBG 2026 Jadi Rp268 Triliun, Menkeu Jamin Tetap Efektif

Hany Akasah • Rabu, 20 Mei 2026 | 15:05 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional untuk menyelesaikan berbagai kendala administratif MBG
PEMANGKASAN ANGGARAN: Pagu program MBG pada APBN 2026 dipangkas dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berjalan dengan manajemen anggaran yang lebih efisien. 

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pagu program MBG resmi disesuaikan menjadi Rp268 triliun, dari rencana awal sebesar Rp335 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026, Selasa (19/5/2026), menjelaskan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Breaking Tradisi, Presiden Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR

"Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu," ujar Purbaya.

Menkeu juga meminta publik untuk tidak memberikan stigma negatif pada program ini. Penyesuaian angka murni dilakukan agar instrumen Badan Gizi Nasional (BGN) dapat membelanjakan uang negara secara lebih tepat sasaran.

Hingga 30 April 2026, realisasi penyaluran anggaran MBG terpantau sangat baik, yakni mencapai Rp75 triliun. Dana tersebut telah berhasil menjangkau 61,96 juta penerima manfaat serta menggerakkan 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Baca Juga: Ekonomi RI Kuartal I Tembus 5,61 Persen, Menkeu Optimis Ekonomi Kuartal II Makin Melaju

Secara makro, Kemenkeu juga melaporkan bahwa pendapatan negara tetap tumbuh 13,3 persen menjadi Rp918,4 triliun per 30 April 2026. Hal ini menjaga defisit APBN di angka yang terkendali, yakni 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Editor : Hany Akasah
#kemenkeu #Mbg #Purbaya #efisensi anggaran #apbn