Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BEI Jatim Dorong Generasi Muda Transisi dari Saving Society Menjadi Investing Society

Hany Akasah • Senin, 18 Mei 2026 | 12:51 WIB
LITERASI KEUANGAN : Usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Deputi Kepala Wilayah BEI Jatim Rahmat Fajar B. mengunjungi Galeri Investasi/Ruang Bursa Efek  milik UMG. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)
LITERASI KEUANGAN : Usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Deputi Kepala Wilayah BEI Jatim Rahmat Fajar B. mengunjungi Galeri Investasi/Ruang Bursa Efek milik UMG. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

 RADAR SURABAYA BISNIS – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Timur terus gencar mendorong transformasi indeks literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Langkah ini dilakukan untuk mengubah pola pikir masyarakat dari yang semula hanya gemar menabung (saving society) menjadi masyarakat yang aktif berinvestasi (investing society) di pasar modal secara aman dan legal.

Deputi Kepala Wilayah BEI Jawa Timur, Rahmat Fajar B. mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi saat ini membawa dampak ganda yang signifikan. Di satu sisi, digitalisasi membuka celah maraknya penipuan investasi bodong dan judi online (judol) yang mudah diakses melalui gawai.

Namun di sisi lain, teknologi menjadi jembatan emas bagi generasi muda untuk memulai perencanaan keuangan sejak dini melalui instrumen yang resmi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: BI Ikut Borong Emas, Cadangan Bertambah 2 Ton pada Awal 2026

"Harus sekarang dipersiapkan investasinya di depan, karena masa depan itu sudah di tangan kita. Dampak positif teknologi berhasil mengubah pola masyarakat yang dulunya saving society bergeser menjadi investing society, atau masyarakat yang sadar investasi," ujar Rahmat Fajar B. di hadapan ratusan peserta saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Rabu (13/05).

Rahmat menambahkan, investasi bukan lagi monopoli profesi tertentu, melainkan ilmu wajib bagi semua lini pekerjaan. BEI mengampanyekan jargon "Anak Muda Sekarang Investor Masa Depan" sebagai stimulus agar para pelajar mulai membangun keamanan finansial (financial security) sebelum nantinya masuk ke fase kenyamanan hingga distribusi keuangan.

Menurutnya, fase awal investasi yang paling realistis bagi pelajar adalah investasi pada pendidikan dan peningkatan kapasitas diri.

Dalam pemaparannya, Rahmat juga mengupas tuntas berbagai instrumen pasar modal yang bisa dimanfaatkan. Selain produk populer seperti saham, obligasi, dan reksa dana (pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham), ia mengenalkan produk derivatif atau turunan saham yang belum banyak dikenal awam, seperti Exchange-Traded Fund (ETF), Structured Warrant, Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Right Issue, hingga Repo.

Baca Juga: Diresmikan Presiden Prabowo, Museum Marsinah Rp3,8 Miliar Jadi Motor Baru Ekonomi Warga Nganjuk, Dibangun Mandiri Tanpa APBN

"Masyarakat umumnya hanya akrab dengan tiga instrumen: obligasi, saham, dan reksa dana. Padahal, pasar modal kita memiliki produk turunan yang sangat bervariasi untuk diversifikasi aset," jelas Rahmat.

Kegiatan edukasi pasar modal yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh sedikitnya 300 peserta  yang terdiri dari 100 siswa SMA dan SMK dari sebelas sekolah di Kabupaten Gresik serta perwakilan mahasiwa dari 32 prodi Universitas Muhammadiyah Gresik.

“Tips menjadi investor muda adalah kenali prinsip 3P yaitu Paham, Punya, Pantau, Awali dengan paham cara mengelola keuangan, menentukan tujuan investasi, serta mengenali risiko dan keuntungan. Pastikan Anda punya produk yang legal dan logis melalui diversifikasi aset dan pemahaman mendalam terhadap produk tersebut. Terakhir, terus pantau kinerja, kondisi terkini, serta pembaruan berita dan kebijakan agar investasi tetap terjaga." pesan Rahmat. (nov/han)

 

Editor : Hany Akasah
#UMG #Universitas Muhammadiyah Gresik #BEI Jatim #saham #bursa efek indonesia