Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Menlu Sugiono Promosikan QRIS Jadi Solusi Transaksi Perdagangan Negara-Negara BRICS

Hany Akasah • Minggu, 17 Mei 2026 | 11:06 WIB
Indonesia mendorong integrasi QRIS untuk mendukung penggunaan transaksi mata uang lokal dalam perdagangan multilateral.
Indonesia mendorong integrasi QRIS untuk mendukung penggunaan transaksi mata uang lokal dalam perdagangan multilateral.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Indonesia secara konsisten terus memperluas adopsi sistem pembayaran digital nasional di kancah internasional. 

Dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, Menteri Luar Negeri RI Sugiono secara terbuka mempromosikan keberhasilan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai solusi praktis interkoneksi keuangan antarnegara.

Langkah ini mempertegas komitmen Indonesia dalam mendukung penyelesaian transaksi mata uang lokal guna mengurangi ketergantungan pada mata uang global tertentu dalam aktivitas perdagangan intra-negara BRICS.

Baca Juga: Swasembada Pangan Terjaga, Indonesia Kebanjiran Permintaan Ekspor Pupuk

"Indonesia siap untuk berbagi pengalaman kami dengan QRIS, sistem pembayaran digital yang dikembangkan secara nasional, sebagai contoh praktis inovasi digital yang inklusif," ujar Sugiono di New Delhi, India.

Menurut Sugiono, efektivitas QRIS yang telah teruji di dalam negeri dapat menjadi rujukan strategis untuk membangun sistem pembayaran lintas batas yang lebih luas dan inklusif di antara negara-negara anggota BRICS. 

Saat ini, Indonesia sendiri telah sukses mengintegrasikan konektivitas pembayaran digital tersebut dengan beberapa negara di kawasan ASEAN dan mitra strategis lainnya.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Minggu 17 Mei 2026, Daging dan Telur Turun

Selain mendorong interkoneksi digital, Indonesia juga mengapresiasi peran kontributif New Development Bank (NDB) dalam mendanai berbagai proyek infrastruktur di kawasan Global South.

Sebagai bentuk keseriusan memperkuat posisi ekonomi di blok ini, Sugiono membeberkan bahwa pemerintah Indonesia tengah merampungkan proses internal untuk bergabung menjadi bagian dari bank bentukan BRICS tersebut. Target integrasi ini diharapkan selesai sebelum penutupan tahun ini.

"Dalam semangat tersebut, kami sedang memfinalisasi proses internal kami untuk bergabung dengan bank tersebut sebelum akhir tahun ini," pungkas Sugiono.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Minggu 17 Mei 2026, Daging dan Telur Turun

Di sisi lain, Indonesia juga menyoroti pentingnya mengatasi ketimpangan digital global, mulai dari konektivitas, kapasitas regulasi, hingga literasi digital. 

Terkait perkembangan pesat Kecerdasan Buatan (AI), Indonesia mendorong BRICS untuk mengambil peran kepemimpinan dalam merumuskan tata kelola AI global yang inklusif dan seimbang bagi negara-negara berkembang.

Baca Juga: Emas Antam Bertahan di Level yang Sama Setelah Koreksi Tajam

Editor : Hany Akasah
#Sugiono #New Development Bank #brics #menlu #qris