RADAR SURABAYA BISNIS - Kualitas dan keamanan uang rupiah Indonesia kembali mendapat pengakuan internasional.
Bank Indonesia mengungkapkan bahwa uang kertas pecahan Rp 50 ribu Tahun Emisi (TE) 2022 masuk dalam jajaran mata uang paling aman dan paling sulit dipalsukan di dunia.
Pengakuan tersebut diberikan oleh BestBrokers yang menempatkan uang pecahan Rp 50 ribu Indonesia di posisi kedua dunia dalam kategori mata uang dengan tingkat keamanan tertinggi.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P Gozali, mengatakan uang kertas Rp 50 ribu TE 2022 memiliki total 17 unsur pengaman modern yang membuatnya sangat sulit dipalsukan.
Baca Juga: Kalahkan Disneyland! Waterbom Bali Jadi Taman Air Terbaik Ke-3 di Dunia
"Uang Rupiah kertas pecahan Rp 50 ribu TE 2022 pada November 2024 meraih peringkat kedua dunia untuk pecahan yang paling aman dan paling sulit dipalsukan di dunia versi BestBrokers," ujar Ricky dalam acara Press Statement Penguatan Sinergi Pemberantasan Rupiah Palsu di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5).
Menurut Ricky, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas rupiah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Upaya penguatan dilakukan mulai dari pemilihan bahan baku uang, teknologi pencetakan, hingga pengembangan fitur keamanan yang semakin canggih.
Ia menilai, inovasi tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kualitas rupiah sebagai alat pembayaran resmi, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional.
Selain itu, penguatan sistem keamanan uang rupiah juga dinilai berdampak pada menurunnya jumlah uang palsu yang ditemukan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan catatan Bank Indonesia, jumlah temuan uang rupiah palsu mengalami penurunan dari lima lembar per satu juta uang beredar atau 5 piece per million (ppm) pada 2023 menjadi 4 ppm sepanjang periode 2024 hingga 2025.
Penurunan tersebut disebut tidak lepas dari kerja sama berbagai lembaga dalam memberantas peredaran uang palsu di Indonesia.
Ricky menjelaskan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) yang melibatkan sejumlah instansi seperti Badan Intelijen Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, serta Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Jumat 15 Mei 2026, Bergerak Variatif
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan, penindakan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah.
Dengan semakin berkembangnya teknologi pencetakan dan unsur pengaman pada uang rupiah, Bank Indonesia berharap masyarakat dapat semakin yakin menggunakan rupiah dalam setiap aktivitas transaksi sehari-hari. (iza/han)
Editor : Hany Akasah