Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BPS Ungkap 10 Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi pada 2026

Hany Akasah • Kamis, 14 Mei 2026 | 12:26 WIB
ILUSTRASI: Aktivitas industri menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah Indonesia
ILUSTRASI: Aktivitas industri menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah Indonesia

RADAR SURABAYA BISNIS - Perekonomian Indonesia terus menunjukkan tren positif pada awal 2026 meski dunia masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global.

Aktivitas industri, investasi, hingga penguatan sektor pengolahan dinilai menjadi faktor utama yang menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang berada di level 5,39 persen.

Baca Juga: Rupiah Offshore Mulai Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Indeks Dolar AS

Capaian tersebut juga menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi Indonesia sejak tahun 2022, sekaligus menunjukkan daya tahan ekonomi domestik di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Wilayah Indonesia timur kembali menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Maluku Utara tercatat sebagai provinsi dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi pada Kuartal I 2026, yakni mencapai 19,64 persen.

Kinerja impresif Maluku Utara ditopang oleh pesatnya perkembangan industri pengolahan dan hilirisasi mineral, terutama komoditas nikel.

Baca Juga: Dukung Ekonomi Rakyat: Kereta Petani dan Pedagang Layani 17 Ribu Penumpang, Pangkas Biaya Logistik

Dalam beberapa tahun terakhir, provinsi tersebut berkembang menjadi salah satu pusat industri smelter terbesar di Indonesia.

Masuknya investasi besar di sektor pengolahan logam turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan pembukaan lapangan kerja di daerah tersebut.

Posisi kedua ditempati Nusa Tenggara Barat dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 13,64 persen.

Tingginya pertumbuhan di wilayah ini didorong oleh sektor pertambangan, perkembangan pariwisata, serta pembangunan infrastruktur yang terus berjalan.

Sementara itu, Sulawesi Tengah berada di posisi ketiga dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,32 persen.

Sama seperti Maluku Utara, daerah ini juga memperoleh dorongan kuat dari investasi dan aktivitas hilirisasi industri logam.

Baca Juga: Sapi Jumbo Lamongan Kembali Jadi Pilihan Presiden untuk Kurban 2026, Bukti Kualitas Unggul Peternak Lokal

Gorontalo turut mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yakni sebesar 7,68 persen.

Kemudian disusul Kepulauan Riau dengan angka pertumbuhan 7,04 persen yang didukung sektor manufaktur, perdagangan, dan aktivitas industri kawasan perbatasan.

Beberapa provinsi lain juga berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, seperti Sulawesi Selatan sebesar 6,88 persen, Sulawesi Tenggara sebesar 6,23 persen, serta Kalimantan Barat sebesar 6,14 persen.

Di Pulau Jawa, hanya dua provinsi yang berhasil masuk dalam daftar sepuluh besar pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional, yakni Jawa Timur dengan pertumbuhan 5,96 persen dan Jawa Tengah sebesar 5,89 persen.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Kamis 14 Mei 2026, Cabai Kompak Turun

Di sisi lain, tidak seluruh daerah mengalami pertumbuhan ekonomi positif.

Papua Tengah justru menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah pada Kuartal I 2026 setelah mengalami kontraksi sebesar minus 8,38 persen secara tahunan.

Kontraksi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah Papua Tengah mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain Papua Tengah, beberapa daerah lain juga mencatat pertumbuhan ekonomi relatif rendah, seperti Kalimantan Timur sebesar 2,99 persen, Papua Pegunungan sebesar 3,51 persen, Kalimantan Tengah sebesar 3,79 persen, dan Papua Selatan sebesar 3,93 persen.

Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan Setelah Koreksi di Perdagangan Sebelumnya

Perbedaan pertumbuhan ekonomi antarwilayah ini menunjukkan struktur ekonomi setiap daerah masih sangat dipengaruhi oleh sektor unggulan masing-masing, mulai dari industri pengolahan, pertambangan, hingga pariwisata dan perdagangan.

Ke depan, pemerintah diharapkan dapat terus menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat pemerataan pertumbuhan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata di seluruh wilayah Indonesia. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#ekonomi #bps #hilirisasi #nikel #investasi