RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan tipis pada awal perdagangan Rabu (13/5), setelah sebelumnya sempat menyentuh level pelemahan terdalam sepanjang sejarah.
Mengutip data dari Kontan.id, rupiah dibuka di posisi Rp 17.515 per dolar AS.
Posisi tersebut menguat sekitar 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.529 per dolar AS.
Meski menguat tipis, pergerakan rupiah masih menjadi perhatian serius pemerintah dan otoritas moneter.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Rabu 13 Mei 2026, Daging dan Telur Turun
Pelemahan rupiah yang sempat mencapai titik terendah sepanjang sejarah memicu pembahasan khusus antara sejumlah pejabat negara.
Untuk merespons kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama Menteri Keuangan Purbaya dipanggil Ketua DPR RI Puan Maharani guna membahas perkembangan nilai tukar rupiah dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.
Pelemahan rupiah dinilai tidak lepas dari meningkatnya eskalasi konflik global yang terus memicu ketidakpastian di pasar keuangan internasional.
Ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, dinilai memberikan tekanan besar terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Merosot Setelah Sempat Menguat Tajam
Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan rupiah juga dipengaruhi tingginya permintaan dolar AS di dalam negeri.
Kebutuhan dolar meningkat untuk berbagai keperluan seperti pembayaran utang luar negeri, pembagian dividen perusahaan, hingga kebutuhan musim haji.
Selain itu, lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik turut memperbesar tekanan terhadap rupiah.
Kenaikan harga energi global membuat pasar lebih berhati-hati dan mendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe haven.
Bank Indonesia menilai tekanan terhadap rupiah saat ini masih bersifat sementara.
Baca Juga: BGN Beri Deadline 2 Minggu ke SPPG Target Penerima Manfaat 3B Harus Naik atau Kena Suspend!
Otoritas moneter optimistis nilai tukar rupiah akan kembali bergerak menuju level fundamentalnya seiring stabilisasi kondisi pasar dan langkah-langkah kebijakan yang ditempuh pemerintah serta BI.
Pelaku pasar sendiri masih terus mencermati perkembangan konflik global, pergerakan harga minyak dunia, serta arah kebijakan ekonomi global yang dinilai akan sangat memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek. (iza/han)
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis