Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Menkeu Purbaya Ungkap Strategi di Balik Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen

Hany Akasah • Selasa, 12 Mei 2026 | 10:33 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak sumringah saat menjelaskan keberhasilan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen pada Triwulan I-2026 dalam sesi wawancara eksklusif di Jakarta. (Foto: Kemenkeu)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak sumringah saat menjelaskan keberhasilan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen pada Triwulan I-2026 dalam sesi wawancara eksklusif di Jakarta. (Foto: Kemenkeu)

RADAR SURABAYA BISNIS – Tren positif menyelimuti perekonomian nasional di awal tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2026 tercatat mencapai angka 5,61 persen, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level 5,39 persen.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari dampak nyata berbagai program strategis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program-program tersebut mulai efektif mendorong laju ekonomi ke arah yang lebih cepat.

"Kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Program-program Bapak Presiden Prabowo mulai kelihatan impact-nya, sehingga bisa mendorong ekonomi tumbuh lebih cepat," ujar Menkeu Purbaya dalam wawancara "Bicara Bersama Retno Pinasti" di SCTV, Minggu (10/05/2026).

Baca Juga: Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif PNBP Mineral, Ini Alasannya!

Fokus pada Program Strategis dan Dana Tepat Waktu

Menkeu menilai, kunci utama dari pertumbuhan ini adalah percepatan pelaksanaan program strategis nasional. Ia menekankan pentingnya dukungan pembiayaan yang cepat agar setiap program berjalan optimal.

Beberapa sektor yang mendapat perhatian khusus antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi Merah Putih, hingga sektor vital seperti pupuk dan energi.

"Kalau mereka butuh uang, saya kasih cepat. MBG butuh uang, saya kasih cepat. Sektor pupuk perlu dana di depan, saya bayar tepat waktu di depan agar mereka bisa menghemat cost of fund-nya," jelas Menkeu.

Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Melemah di Tengah Memanasnya Konflik Geopolitik AS-Iran

Selain itu, kerja sama dengan lembaga pendanaan seperti Danantara disebut menjadi faktor krusial dalam menjamin kepastian pembayaran dan kelancaran arus kas sektor-sektor prioritas.

 

Menjaga Daya Beli melalui Subsidi Tepat Sasaran

Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global. Salah satu langkah berani yang diambil adalah melakukan pemilahan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi subsidi bagi kalangan mampu dan mengalokasikannya kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga: Tren Pelemahan Terputus, Harga Emas Antam Melonjak Tajam

"Pilihannya begini, kalau saya cabut subsidi semuanya, akan ribut. Lebih baik saya pilih subsidi sebagian di sistem, dikurangi untuk orang kaya, namun tetap menjaga stabilitas masyarakat bawah agar pembangunan tetap berjalan tenang," tandasnya.

Untuk menjaga stabilitas likuiditas, pemerintah juga melakukan langkah cepat melalui penyaluran APBN yang merata sepanjang tahun.

Tak tanggung-tanggung, injeksi likuiditas sebesar Rp200 triliun dipindahkan dari Bank Indonesia (BI) ke sistem perbankan guna memastikan kecukupan dana dalam menopang aktivitas ekonomi nasional.

Baca Juga: MSCI Umumkan Review Indeks Hari Ini, Pasar Modal Indonesia Jadi Perhatian

Editor : Hany Akasah
#ekonomi #menkeu #Purbaya #indonesia #subsidi