RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa (12/5).
Meski sempat bergerak stabil di awal sesi perdagangan, rupiah diproyeksikan berpotensi ditutup melemah seiring meningkatnya tekanan sentimen global.
Berdasarkan perdagangan di pasar spot hingga pukul 09.04 WIB, rupiah tercatat ditransaksikan di level Rp 17.489 per dolar AS.
Pergerakan tersebut menunjukkan mata uang rupiah masih berada di bawah tekanan di tengah ketidakpastian pasar global yang belum mereda.
Baca Juga: Tren Pelemahan Terputus, Harga Emas Antam Melonjak Tajam
Tekanan terhadap rupiah kali ini dipicu meningkatnya risiko geopolitik internasional, khususnya terkait memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat dinilai “sama sekali tidak dapat diterima.”
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kondisi ini membuat investor global cenderung mengalihkan dana mereka ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.
Baca Juga: MSCI Umumkan Review Indeks Hari Ini, Pasar Modal Indonesia Jadi Perhatian
Menguatnya permintaan terhadap dolar AS kemudian memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Selain itu, ketidakpastian geopolitik juga memicu volatilitas di pasar keuangan dan pasar energi global.
Pelaku pasar saat ini masih bersikap hati-hati sambil memantau perkembangan hubungan diplomatik antara AS dan Iran.
Jika ketegangan terus meningkat, tekanan terhadap mata uang negara berkembang diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek.
Baca Juga: Kali Tebu Surabaya Disulap Jadi Jalan Estetik Penuh Tabebuya Dilengkapi Jembatan Baru
Di sisi lain, analis menilai pergerakan rupiah masih akan sangat dipengaruhi perkembangan sentimen eksternal, terutama arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan kondisi geopolitik global.
Faktor domestik seperti stabilitas ekonomi nasional dan kebijakan Bank Indonesia juga tetap menjadi perhatian pasar.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang cukup fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini sebelum akhirnya berpotensi ditutup di zona merah. (iza/han)
Editor : Hany Akasah