RADAR SURABAYA BISNIS – Selama ini, memiliki saldo melimpah di rekening tabungan sering dianggap sebagai simbol keamanan finansial. Namun, para pakar keuangan internasional justru memberikan peringatan keras, menyimpan dana terlalu banyak di tabungan biasa bisa menjadi kesalahan fatal bagi pertumbuhan kekayaan Anda.
Berdasarkan analisis para ahli, setidaknya ada dua faktor utama mengapa Anda sebaiknya tidak membiarkan uang mati di satu rekening tabungan dalam jangka panjang.
Perencana keuangan bersertifikat, Jessica Goedtel, menjelaskan bahwa rekening tabungan umumnya tidak memiliki sistem perlindungan sekuat kartu kredit.
Baca Juga: OJK Batasi Akun Paylater, Tak Bisa Lagi Sembarangan Buka di Banyak Aplikasi
Jika terjadi pembobolan atau transaksi tidak sah, proses pemulihan dana pada rekening tabungan cenderung lebih sulit dan memakan waktu lama. Hal ini menempatkan saldo besar Anda pada risiko kehilangan yang lebih tinggi.
Selain faktor keamanan, nilai uang yang hanya diam di rekening akan terus tergerus oleh inflasi. Bunga tabungan biasa seringkali tidak mampu mengejar kenaikan harga barang dan jasa di pasar. Alhasil, daya beli uang Anda justru menurun seiring berjalannya waktu.
Berapa Jumlah Saldo yang Ideal?
Konselor perencanaan pensiun, Gregory Guenther, menyarankan masyarakat untuk mengubah pola pikir dalam mengelola saldo harian.
Baca Juga: Kemnaker Targetkan Potongan Aplikator Ojol Turun Jadi 8 Persen Mulai Juni 2026
Menurutnya, saldo di rekening tabungan utama sebaiknya hanya cukup untuk menutupi kebutuhan tagihan harian hingga dua minggu ke depan.
"Jika saldo terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas. Namun, jika terlalu banyak, Anda akan kehilangan potensi pertumbuhan nilai uang pada instrumen dengan imbal hasil yang lebih tinggi," ungkap Gregory.
Sebagai langkah mitigasi, para pakar merekomendasikan pemisahan dana berdasarkan fungsinya:
Baca Juga: Presiden Prabowo Perkuat Sektor Maritim, Bagikan 1.582 Kapal Melalui Koperasi Nelayan
- Dana Operasional: Simpan di rekening harian dengan jumlah secukupnya (untuk kebutuhan 1-2 minggu).
- Dana Darurat: Tempatkan pada rekening khusus atau tabungan dengan bunga tinggi yang tetap mudah diakses, namun terpisah dari uang belanja. Idealnya, dana darurat berjumlah tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin.
- Dana Investasi: Alokasikan kelebihan uang ke instrumen investasi seperti reksa dana, saham, atau emas untuk melawan laju inflasi.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Minggu 10 Mei 2026, Cabai Melonjak Tajam
Dengan strategi ini, Anda tidak hanya mengamankan uang dari risiko kejahatan perbankan, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang Anda miliki bekerja lebih keras untuk masa depan.
Editor : Hany Akasah