Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dolar AS Menguat, Rupiah Terkoreksi pada Awal Perdagangan Jumat

Hany Akasah • Jumat, 8 Mei 2026 | 09:40 WIB
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang menunjukkan pelemahan terhadap dolar pada perdagangan Jumat (8/5)
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang menunjukkan pelemahan terhadap dolar pada perdagangan Jumat (8/5)

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Jumat (8/5).

Setelah sehari sebelumnya berhasil ditutup di zona hijau, mata uang rupiah kembali berada di bawah tekanan seiring menguatnya dolar AS di pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah dibuka melemah 19 poin atau sekitar 0,11 persen ke posisi Rp 17.352 per dolar AS.

Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan Kamis (7/5), rupiah sempat menunjukkan penguatan cukup signifikan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Tipis, Buyback Ikut Terkoreksi

Saat itu, kurs rupiah ditutup menguat 54 poin terhadap dolar AS, bahkan sempat menyentuh level penguatan hingga Rp 17.333 per dolar AS selama sesi perdagangan berlangsung.

Kembalinya tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang kembali mendominasi pergerakan pasar keuangan global.

Penguatan dolar AS membuat sejumlah mata uang emerging market, termasuk rupiah, mengalami tekanan di awal perdagangan.

Pelaku pasar juga masih mencermati berbagai sentimen eksternal yang memengaruhi arah pergerakan nilai tukar, mulai dari perkembangan ekonomi Amerika Serikat hingga kondisi geopolitik global yang masih memicu ketidakpastian di pasar keuangan internasional.

Baca Juga: Kemenag Buka Jalur Akselerasi BIB 2026, Lulusan Pesantren Kini Bisa Raih Gelar Magister dalam 4 Tahun

Di sisi lain, pergerakan rupiah yang fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pasar masih cukup sensitif terhadap perubahan sentimen global.

Kondisi tersebut membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi di pasar mata uang.

Meski demikian, stabilitas ekonomi domestik serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai tukar dinilai masih menjadi faktor penahan agar pelemahan rupiah tidak bergerak terlalu dalam.

Analis memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi dinamika dolar AS dan sentimen global dalam jangka pendek.

Jika dolar AS terus menguat, tekanan terhadap mata uang Asia berpotensi kembali meningkat. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#rupiah #as #dolar #uang #global