Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Efek MBG Mulai Terasa, Ekonomi Jawa Timur Melesat Tertinggi se-Pulau Jawa

Mus Purmadani • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:39 WIB
Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

radarsurabayabisnis.id - Jawa Timur kembali menunjukkan ketahanan ekonominya di tengah tekanan ekonomi global. Pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat mencapai 5,96 persen secara year on year (y-on-y), tertinggi di Pulau Jawa sekaligus melampaui rata-rata nasional.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut capaian tersebut menjadi bukti kuatnya fondasi ekonomi daerah yang tetap solid di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: 1.300 Guru di Jatim Pensiun, Pemprov Buka Rekrutmen ASN Guru 2026

“Alhamdulillah, di tengah tantangan global yang masih dinamis, ekonomi Jawa Timur mampu tumbuh tertinggi se-Jawa dan melampaui nasional. Ini patut kita syukuri sekaligus menjadi motivasi untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis (7/5).

Ekonomi Jawa Timur Tetap Kuat di Tengah Tekanan Global

Tak hanya tumbuh secara tahunan, ekonomi Jawa Timur juga mengalami kenaikan 1,25 persen secara quarter to quarter (q-to-q) dibandingkan Triwulan IV Tahun 2025.

Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi Jawa Timur tetap kuat meski dunia masih dibayangi perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.

Struktur ekonomi Jawa Timur sendiri masih ditopang sektor industri pengolahan dengan kontribusi 31,45 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan sebesar 18,77 persen dan pertanian 10,51 persen.

Secara regional, Jawa Timur menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa setelah DKI Jakarta dengan kontribusi 25,16 persen. Sementara terhadap ekonomi nasional, kontribusi Jatim mencapai 14,40 persen.

Pariwisata dan Program MBG Dongkrak Pertumbuhan

Berdasarkan lapangan usaha, sektor jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi pada Triwulan I 2026, yakni 13,44 persen. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya aktivitas rekreasi dan pariwisata selama Januari hingga Maret 2026.

Baca Juga: Trans Jatim Koridor Pasuruan Raya Segera Beroperasi, Targetkan Buruh Kawasan PIER

Selain itu, sektor akomodasi serta makan minum juga mengalami peningkatan signifikan seiring mulai berjalannya Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah daerah.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 20,33 persen. Kenaikan ini dipicu realisasi pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN dan meningkatnya belanja barang serta jasa pemerintah.

Misi Dagang Jawa Timur Tembus Triliunan Rupiah

Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui pengendalian inflasi, menjaga daya beli masyarakat, hingga memperkuat perdagangan antardaerah.

Salah satu strategi yang terus digencarkan adalah program Misi Dagang dan Investasi.

Sepanjang 2025, misi dagang di 12 provinsi menghasilkan transaksi mencapai Rp16,30 triliun. Sementara pada 2026, transaksi dagang di Jawa Tengah tercatat Rp3,15 triliun, di DKI Jakarta Rp5,74 triliun, dan di Malaysia berpotensi mencapai Rp15,25 triliun.

“Misi dagang menjadi instrumen penting dalam memperkuat perdagangan sekaligus memperluas pasar produk Jawa Timur,” tegas Khofifah.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terus menjaga stabilitas daerah sehingga Jawa Timur tetap aman dan produktif.

“Terima kasih atas sinergi menjaga Jawa Timur tetap aman, kondusif, dan produktif sebagai Gerbang Baru Nusantara,” pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#mbg jatim #Khofifah Indah Parawansa #ekonomi jatim