Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rupiah Dibuka Menguat, Sentimen Geopolitik Masih Membayangi

Hany Akasah • Kamis, 7 Mei 2026 | 09:40 WIB
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang menguat tipis pada perdagangan Kamis (7/5)
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang menguat tipis pada perdagangan Kamis (7/5)

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis (7/5).

Meski dibuka di zona hijau pada awal perdagangan, rupiah masih dibayangi tekanan dari faktor global maupun domestik yang membuat pergerakannya cenderung tidak stabil.

Berdasarkan data RTI Infokom hingga pukul 09.08 WIB, rupiah tercatat menguat sekitar 0,24 persen ke level Rp 17.330 per dolar AS.

Sejak perdagangan dibuka, mata uang Garuda bergerak dalam rentang Rp 17.372 hingga Rp 17.292 per dolar AS.

Baca Juga: Emas Antam Menguat pada Perdagangan Hari Ini, Buyback Ikut Terkerek

Penguatan di awal perdagangan ini menunjukkan adanya sentimen positif sementara di pasar keuangan domestik.

Namun, pelaku pasar masih bersikap hati-hati karena tekanan eksternal dinilai belum sepenuhnya mereda.

Sejalan dengan rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga mengalami penguatan terhadap dolar AS.

Yen Jepang tercatat naik sekitar 0,10 persen, sementara dolar Hong Kong menguat 0,05 persen. Yuan China turut terapresiasi sekitar 0,08 persen, sedangkan dolar Singapura naik 0,06 persen.

Baca Juga: Potensi Hemat Devisa Rp137 Triliun, Pemerintah Kaji Substitusi LPG 3 Kg ke CNG

Meski demikian, rupiah diperkirakan masih berpotensi bergerak fluktuatif hingga penutupan perdagangan.

Mata uang domestik diproyeksikan berada di kisaran Rp 17.380 hingga Rp 17.420 per dolar AS.

Pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang terus menjadi perhatian pasar internasional.

Kondisi tersebut memicu sikap wait and see dari investor dan memengaruhi arus modal di pasar keuangan.

Selain faktor eksternal, sentimen domestik juga turut memengaruhi arah pergerakan rupiah.

Baca Juga: Beban Ongkir Kini Ditanggung Penjual, Kemendag Beri Peringatan Keras ke Platform E-commerce

Pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi dalam negeri, termasuk stabilitas pasar dan respons kebijakan yang diambil otoritas terkait.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan bergerak dinamis dalam jangka pendek seiring tingginya sensitivitas pasar terhadap perkembangan global maupun domestik. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#perdagangan #rupiah #geopolitik #dolar #uang