Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rupiah Rebound Tipis di Tengah Dinamika Geopolitik Global Hari Ini

Hany Akasah • Rabu, 6 Mei 2026 | 09:40 WIB
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang menguat tipis pada perdagangan Rabu (6/5)
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang menguat tipis pada perdagangan Rabu (6/5)

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu (6/5).

Setelah beberapa hari sebelumnya berada dalam tekanan, mata uang rupiah mulai menunjukkan perbaikan meski masih dalam rentang terbatas.

Berdasarkan data RTI Infokom hingga pukul 09.08 WIB, rupiah dibuka menguat sekitar 0,20 persen ke posisi Rp 17.377 per dolar AS.

Sejak awal perdagangan, pergerakan rupiah terlihat fluktuatif dengan kisaran antara Rp 17.411 hingga Rp 17.365 per dolar AS.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Menguat, Buyback Naik Signifikan

Penguatan ini menandakan adanya respons positif dari pasar terhadap sejumlah sentimen yang berkembang, baik dari faktor global maupun domestik.

Meski demikian, pergerakan rupiah masih cenderung terbatas seiring pelaku pasar yang tetap berhati-hati.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga menunjukkan tren penguatan terhadap dolar AS.

Yuan China tercatat naik sekitar 0,12 persen, sementara yen Jepang menguat 0,14 persen.

Baca Juga: Gen Z Resmi Kuasai Demografi Indonesia, Kiblat Konsumsi dan Pasar Kerja Mulai Bergeser

Won Korea Selatan bahkan mencatatkan penguatan paling signifikan dengan kenaikan mencapai 1,13 persen.

Selain itu, dolar Singapura terapresiasi sekitar 0,16 persen, diikuti baht Thailand yang naik 0,12 persen, serta dolar Taiwan yang juga menguat 0,16 persen.

Kondisi ini mencerminkan adanya sentimen positif yang cukup merata di pasar regional.

Penguatan mata uang Asia, termasuk rupiah, tidak terlepas dari dinamika global yang masih dipengaruhi oleh isu geopolitik, khususnya konflik di sejumlah kawasan dunia.

Di sisi lain, faktor domestik seperti kebijakan ekonomi dan stabilitas pasar turut memberikan dukungan terhadap pergerakan rupiah.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Lampaui Pertumbuhan China dan AS

Meskipun berhasil menguat, pelaku pasar masih mencermati berbagai perkembangan yang dapat memengaruhi arah pergerakan mata uang ke depan.

Ketidakpastian global yang masih tinggi membuat pergerakan rupiah berpotensi tetap fluktuatif dalam jangka pendek.

Dengan kondisi tersebut, investor diharapkan tetap waspada dan terus memantau perkembangan baik dari dalam negeri maupun global sebagai acuan dalam mengambil keputusan di pasar keuangan. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#rupiah #pasar #dolar #uang #global