RADAR SURABAYA BISNIS – Lanskap ekonomi Indonesia memasuki babak baru. Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Generasi Z (Gen Z) kini resmi menjadi kelompok dominan dengan porsi mencapai 24,93% dari total populasi.
Pergeseran ini diprediksi akan mengubah total pusat gravitasi konsumsi, tenaga kerja, hingga preferensi kebijakan ekonomi nasional.
Hingga tahun 2025, jumlah penduduk Indonesia terus merangkak naik menyentuh angka 284,67 juta jiwa. Dari total tersebut, kelompok milenial membuntuti tipis di angka 24,34%.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Lampaui Pertumbuhan China dan AS
Namun, sorotan utama tertuju pada akselerasi Generasi Alpha dan Beta yang kini sudah mencapai 19,65%, melonjak signifikan dibandingkan data Sensus 2020 yang masih berada di kisaran 13%.
Dampak Terhadap Sektor Bisnis dan Retail
Dominasi Gen Z yang berada pada rentang usia 13 hingga 28 tahun membawa perubahan perilaku belanja. Para pelaku usaha kini dituntut untuk lebih adaptif terhadap digitalisasi dan nilai-nilai keberlanjutan yang menjadi standar utama generasi ini.
"Ini mengubah pusat gravitasi konsumsi. Tenaga kerja dan preferensi ekonomi tidak lagi sama dengan satu dekade lalu," tulis riset CNBC Indonesia yang dikutip pada Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Resmi! KAI Ganti Nama KA Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek Mulai 9 Mei
Penyusutan Generasi Senior
Di sisi lain, proporsi generasi yang lebih tua terus mengecil. Kelompok Baby Boomer kini hanya tersisa 10,31%, disusul Gen X yang menyusut ke angka 19,70%, dan Pre-Boomer di angka 1,07%. Fenomena ini menandakan bahwa pasar tenaga kerja akan semakin padat oleh usia produktif muda.
Pemerintah dan pelaku industri diharapkan segera menyesuaikan kebijakan publik serta kapasitas pasar kerja guna menyerap gelombang besar usia muda ini agar mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang efektif di masa depan.
Baca Juga: Gus Ipul Bantah Photo Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu, Ini Tanggapan KPK
Editor : Hany Akasah