RADAR SURABAYA BISNIS – Perekonomian Indonesia mencatatkan kinerja gemilang pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Capaian ini menunjukkan akselerasi signifikan dibandingkan kuartal IV-2025 yang sebesar 5,39 persen, sekaligus melampaui pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang utama seperti China (5,0%) dan Amerika Serikat (2,7%).
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya permintaan domestik dan percepatan belanja pemerintah.
Baca Juga: Resmi! KAI Ganti Nama KA Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek Mulai 9 Mei
Konsumsi rumah tangga, yang memberikan kontribusi 54,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tumbuh sebesar 5,52 persen. Momentum Lebaran dan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi faktor utama terjaganya daya beli masyarakat.
"Ekonomi mitra dagang utama Indonesia secara umum tumbuh positif, namun pertumbuhan kita sebesar 5,61 persen ini sangat resilien di tengah perlambatan perdagangan global," ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari desain kebijakan fiskal yang terintegrasi.
Baca Juga: Gus Ipul Bantah Photo Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu, Ini Tanggapan KPK
Menkeu menyoroti lonjakan belanja pemerintah yang tumbuh hingga 21,81 persen, didorong oleh percepatan realisasi program strategis, termasuk bantuan sosial dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih cepat lagi. Pertumbuhan 5,61 persen ini bukan tiba-tiba, tetapi by design melalui stimulus pada sektor manufaktur dan konsumsi domestik," tegas Menkeu Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa.
Dari sisi produksi, sektor manufaktur tumbuh 5,04 persen, sementara sektor perdagangan, pertanian, dan konstruksi juga menunjukkan tren positif.
Baca Juga: BRILink Tembus 1,18 Juta Agen, BRI Kuasai Layanan Keuangan Desa hingga 80 Persen
Selain itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencatatkan pertumbuhan 5,96 persen, yang menandakan kepercayaan investor tetap tinggi di tengah ketidakpastian global.
Ke depan, pemerintah optimis tren pertumbuhan ini akan berlanjut pada paruh kedua tahun ini, didukung oleh penguatan industri manufaktur dan program insentif kendaraan listrik yang terus disiapkan.
Baca Juga: Purbaya Tanggapi APBN 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Belanja Negara Melonjak Rp815 triliun
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis