radarsurabayabisnis.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat layanan keuangan inklusif melalui jaringan BRILink. Hingga akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink tercatat telah menembus 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 80 persen total desa di Indonesia, menjadikan BRILink sebagai jaringan layanan keuangan berbasis kemitraan terbesar di tingkat desa.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan keberadaan BRILink kini menjadi salah satu kanal utama BRI dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat hingga pelosok daerah.
Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis, Bank Indonesia Tegaskan Nilai Tukar Masih di Bawah Fundamental
“BRILink Agen menghadirkan layanan yang mudah diakses dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” ujar Akhmad di Jakarta, Selasa (5/5).
Transaksi BRILink Capai Rp420 Triliun
BRILink menyediakan berbagai layanan transaksi keuangan, mulai dari transfer uang, pembayaran tagihan dan cicilan, pembelian pulsa serta paket data, hingga isi ulang dompet digital dan uang elektronik.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan setor tunai dan tarik tunai tanpa harus datang ke kantor cabang bank.
Tingginya penggunaan layanan tersebut tercermin dari volume transaksi BRILink selama triwulan I 2026 yang mencapai Rp420 triliun.
Baca Juga: Kinerja Moncer, Bank Jatim Raih Penghargaan dari The Asian Post
Aktivitas transaksi yang masif itu turut mendongkrak pendapatan berbasis biaya atau fee based income (FBI) perseroan hingga Rp459 miliar.
Dana Murah BRI Tembus Rp30 Triliun
Tak hanya menjadi sarana transaksi, jaringan BRILink juga memberikan kontribusi besar terhadap penghimpunan dana murah BRI.
Saldo rata-rata harian Current Account Savings Account (CASA) yang dihimpun melalui jaringan agen tercatat mencapai Rp30 triliun atau tumbuh 18,37 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara itu, penyaluran dana talangan melalui jaringan BRILink juga melonjak 33,29 persen dibanding tahun sebelumnya, dari Rp5,4 triliun menjadi Rp7,2 triliun.
Menurut Akhmad, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa BRILink telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
“Ini menegaskan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, memperluas akses, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.
Editor : Hany Akasah