RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan peran strategis Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih (KDKMP) sebagai pilar baru ekonomi perdesaan.
Bukan sekadar lembaga ekonomi biasa, koperasi ini diproyeksikan menjadi oofftaker atau penjamin hasil produksi masyarakat desa guna memutus rantai distribusi yang panjang.
Dalam konferensi pers di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026), Zulhas menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan arahan langsung Presiden untuk mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru dari level desa.
"Kopdes atau Koperasi Kelurahan itu selain memotong rantai pasok yang panjang, dia juga bisa menjadi *offtaker*," ujar Zulhas.
Mekanisme offtaker ini memungkinkan koperasi membeli hasil panen, seperti gabah, ketika harga pasar jatuh di bawah ketentuan pemerintah. Hal ini diharapkan dapat melepaskan ketergantungan petani pada tengkulak dan memberikan kepastian harga di tingkat produsen.
Selain menyerap produksi, Kopdes Merah Putih juga akan difungsikan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial serta barang bersubsidi seperti pupuk dan gas agar lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi per 4 Mei 2026, Cek Rincian Harga Terbarunya
Terkait kebutuhan sumber daya manusia (SDM), pemerintah membuka 35.476 formasi yang terdiri dari manajer koperasi desa dan pegawai koperasi nelayan. Antusiasme masyarakat tercatat sangat tinggi dengan total 639.732 pelamar hingga penutupan April lalu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 483.648 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan kini bersiap mengikuti uji kompetensi.
"Saat ini proses seleksi telah memasuki tahap uji kompetensi yang berlangsung pada 3–12 Mei 2026 menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) di 72 titik di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Baca Juga: Trans Jatim Koridor Pasuruan Raya Segera Beroperasi, Targetkan Buruh Kawasan PIER
Setelah tahapan CAT, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi tambahan berupa tes mental ideologi dan pemeriksaan kesehatan pada 20-31 Mei 2026.
Hasil akhir dijadwalkan akan diumumkan pada 7 Juni 2026, diikuti dengan pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (Komcad) serta pelatihan manajerial.
Zulhas juga mengingatkan para pelamar untuk waspada terhadap praktik penipuan yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi berjalan transparan dan kredibel.
Baca Juga: KUR Bunga 5 Persen Segera Diluncurkan Oleh Prabowo, Ini Tanggapan DPR RI
Editor : Hany Akasah