Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rupiah Masih Melemah di Tengah Pergerakan Variatif Mata Uang Global

Hany Akasah • Rabu, 29 April 2026 | 09:54 WIB
ILUSTRASI: Rupiah yang melemah pada perdagangan Rabu (29/4)
ILUSTRASI: Rupiah yang melemah pada perdagangan Rabu (29/4)

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (29/4) pagi.

Mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp 17.287 per dolar AS, turun 44 poin atau sekitar 0,26 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Pelemahan ini mencerminkan masih kuatnya tekanan eksternal yang memengaruhi pergerakan rupiah.

Sentimen global, mulai dari dinamika geopolitik hingga pergerakan ekonomi dunia, masih menjadi faktor utama yang membayangi pasar keuangan, termasuk nilai tukar mata uang negara berkembang.

Baca Juga: Kemenhub Evaluasi Izin Operasional Taksi Green SM Imbas Kecelakaan di Bekasi

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terhadap dolar AS terlihat cenderung bervariasi.

Sejumlah mata uang tercatat menguat tipis, seperti yuan China dan ringgit Malaysia yang masing-masing naik sekitar 0,04 persen.

Dolar Singapura juga mengalami apresiasi sebesar 0,05 persen, sementara yen Jepang menguat tipis sekitar 0,01 persen.

Namun demikian, tidak semua mata uang di kawasan mampu bertahan di zona hijau.

Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo 29 April 2026, Daging Kompak Turun

Peso Filipina justru melemah sekitar 0,22 persen, diikuti won Korea Selatan yang turun 0,23 persen.

Sementara itu, dolar Hong Kong terkoreksi tipis sekitar 0,01 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan serupa juga terlihat pada mata uang negara maju yang cenderung bergerak fluktuatif.

Euro mencatatkan penguatan tipis sekitar 0,01 persen, sedangkan poundsterling Inggris relatif stabil tanpa perubahan signifikan.

Di sisi lain, dolar Australia mengalami pelemahan sekitar 0,19 persen.

Selain itu, dolar Kanada juga terkoreksi tipis sekitar 0,01 persen, sementara franc Swiss justru menguat sekitar 0,03 persen terhadap dolar AS.

Baca Juga: Harga Emas Antam Ambles, Buyback Ikut Jeblok di Perdagangan Hari Ini

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar keuangan global masih berada dalam fase ketidakpastian, sehingga pergerakan mata uang cenderung tidak seragam.

Investor global masih mencermati berbagai perkembangan eksternal, termasuk arah kebijakan moneter negara maju serta situasi geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

Tekanan global tersebut pada akhirnya turut membebani rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren fluktuatif.

Pelaku pasar pun cenderung bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan, menunggu kepastian arah pasar yang lebih jelas.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan faktor eksternal, meskipun kondisi fundamental domestik tetap menjadi penopang penting bagi stabilitas nilai tukar. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#rupiah #pasar #dolar #uang #global