Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Perjuangan Panjang Guru Honorer Bergaji 25 Ribu, Kini Bisa Berangkat Haji Bersama Istri

Rahmat Sudrajat • Senin, 27 April 2026 | 16:50 WIB
Abdul Malik dan istri menunggu di asrama haji Surabaya sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. (Foto: Rahmat Sudrajat)
Abdul Malik dan istri menunggu di asrama haji Surabaya sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. (Foto: Rahmat Sudrajat)

radarsurabayabisnis.id- Perjuangan panjang selama puluhan tahun akhirnya berbuah manis bagi Abdul Malik Syaiful (49), guru honorer asal Desa Pringgondani, Kecamatan Batur, Kabupaten Malang. Bersama sang istri, Mudrika (49), kini ia telah berada di Asrama Haji Sukolilo dan siap berangkat menunaikan ibadah haji bersama Kloter 15 menuju Madinah, Minggu (26/4).

Niat untuk menjadi tamu Allah telah ditanamkan sejak awal pernikahan. Namun perjalanan menuju Tanah Suci bukanlah hal mudah. Pada tahun 2001, Malik hanya menerima gaji Rp25 ribu sebagai guru honorer.

Baca Juga: Pantau Secara Real Time, Begini Cara Baru Pengawasan Makanan Jemaah Haji di Madinah

“Mulai tahun 2001 dengan gaji pada waktu itu Rp25 ribu, kami terus punya keinginan dan tekad bersama istri untuk bisa menjadi tamunya Allah. Alhamdulillah, dengan menabung seadanya dari jerih payah, akhirnya di tahun 2012 kami bisa mendaftar haji untuk dua orang,” ungkapnya.

Untuk mengumpulkan dana sekitar Rp50 juta, pasangan ini menjalani hidup sederhana dan penuh pengorbanan. Selain mengandalkan gaji yang perlahan meningkat hingga Rp250 ribu per bulan dari mengajar di SD dan madrasah, sang istri turut berjuang melalui usaha peternakan bebek petelur hingga 300 ekor.

Baca Juga: Makkah Route di Bandara Juanda Bikin Proses Haji Super Cepat, Imigrasi Cuma 1 Menit per Jemaah

“Istri saya punya 300 ekor bebek yang setiap hari dipanen. Meski sempat terhenti saat pandemi 2020 di mana bebek kami habis, justru di situ harapan kami semakin besar,” tuturnya.

Kedisiplinan menjadi kunci. Setiap hari, Malik menyisihkan penghasilan antara Rp25 ribu hingga Rp50 ribu untuk ditabung. Kesabaran dan ketekunan itu akhirnya membuahkan hasil setelah penantian panjang.

Baca Juga: Satgas Haji Perketat Pengawasan, 8 Jemaah Ilegal Berhasil Digagalkan

“Insyaallah ini adalah nikmat yang luar biasa, anugerah yang sangat besar. Hari ini kami ada di Asrama Haji, insyaallah akan berangkat. Luar biasa, masyaallah. Terima kasih ya Allah,” ujarnya haru.

Sebagai seorang pendidik, Malik membawa doa khusus ke Tanah Suci. Ia berharap kisah perjuangannya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak dan murid-muridnya.

Baca Juga: Wajib Vaksin atau Gagal Berangkat! Sistem Arab Saudi Pantau Langsung Jemaah Haji Indonesia

“Kami ingin anak-anak dan murid-murid yang pernah kami beri ilmu, bisa meneladani kami dan kelak juga bisa menunaikan ibadah haji ke Mekkah serta berziarah ke makam Rasulullah,” pungkasnya.

Kisah ini menjadi bukti bahwa dengan tekad, kesabaran, dan kerja keras, impian besar seperti menunaikan ibadah haji dapat terwujud, meski dimulai dari langkah kecil setiap hari.

Editor : Hany Akasah
#kisah haji #Haji 2026 #guru honorer #jamaah haji