radarsurabayabisnis.id - Komitmen menjaga kedaulatan negara melalui penguatan peredaran Rupiah kembali ditegaskan Bank Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang resmi dimulai dengan pelepasan KRI Makassar-590 di Koarmada II Surabaya, Kamis (23/4).
Kick-off ERB 2026 ini dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali, Sekretaris Daerah Jawa Timur Adhy Karyono, hingga jajaran TNI AL dan Forkopimda.
Dalam sambutannya, Ricky menegaskan bahwa sesuai amanat undang-undang, Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang mengeluarkan dan mengedarkan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis, Bank Indonesia Tegaskan Nilai Tukar Masih di Bawah Fundamental
“BI bertugas memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah NKRI, dalam jumlah cukup dan pecahan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Namun, tantangan distribusi tidaklah ringan. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau serta keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan utama. Bahkan, di sejumlah wilayah perbatasan masih ditemukan penggunaan mata uang asing dalam transaksi sehari-hari.
“Kondisi ini berpotensi mengganggu kedaulatan Rupiah, sehingga perlu penguatan sinergi lintas sektor,” tegasnya.
Baca Juga: BI Targetkan QRIS Antarnegara dengan Cina Resmi Meluncur 30 April 2026
Di sinilah peran strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menjadi krusial. Sebagai penjaga kedaulatan laut, TNI AL berkolaborasi dengan BI untuk memastikan distribusi Rupiah menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
“BI dan TNI AL adalah saudara dengan garis tangan yang sama, yaitu menjaga kedaulatan bangsa,” imbuh Ricky.
Sejak pertama kali digelar pada 2012 hingga 2025, program ERB telah menjangkau 565 pulau melalui 110 kegiatan kas keliling. Pada 2025 saja, tercatat 18 kegiatan menjangkau 91 pulau dengan total penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.
Tak hanya menghadirkan layanan penukaran uang, ERB juga membawa misi edukasi melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga program bela negara oleh TNI AL. Bahkan, kolaborasi ini meraih pengakuan global melalui penghargaan Annual Central Banking Award 2024 di Inggris.
“Program ini sangat unik dan sulit direplikasi oleh negara lain. Ini capaian yang luar biasa,” ungkap Ricky.
Pada 2026, jangkauan ERB semakin diperluas. Program ini akan menyasar 19 provinsi dengan target 97 pulau 3T, ditambah empat provinsi yang menjalankan ERB mandiri di 18 pulau tambahan.
Baca Juga: Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP Maksimal 25 Kg, Harga Dijamin Stabil
Sebagai pembuka, ekspedisi dimulai dari Jawa Timur pada 23–29 April 2026 dengan rute ke lima pulau, yakni Pulau Bawean, Pulau Sapeken, Pulau Masalembu, Pulau Kangean, dan Pulau Sakala.
Melalui ekspedisi ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperluas layanan kas sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap Rupiah hingga ke pelosok negeri.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun Indonesia maju yang merata, termasuk di wilayah 3T,” pungkasnya.
Editor : Hany Akasah