Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rahasia Warren Buffett Hadapi Inflasi Inilah 3 Aset Investasi Paling Aman Menurut Sang Oracle of Omaha

Hany Akasah • Kamis, 23 April 2026 | 08:24 WIB
Foto Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway.
Foto Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway.

RADAR SURABAYA BISNIS – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ancaman inflasi yang terus mengintai, investor kawakan sekaligus CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett, membagikan strategi jitunya. 

Pria yang dijuluki "Oracle of Omaha" ini mengungkapkan tiga aset utama yang dianggap paling ampuh melindungi kekayaan agar tidak boncos saat nilai mata uang merosot.

1. Investasi Terbesar: Pengembangan Diri

Menariknya, aset pertama yang ditekankan Buffett bukanlah instrumen pasar modal, melainkan diri sendiri. Menurut Buffett, meningkatkan keahlian hingga menjadi yang terbaik di bidangnya adalah bentuk perlindungan inflasi yang paling mutlak.

Baca Juga: 1.139 Pekerja Migran Dipulangkan, Mayoritas Berangkat Ilegal ke Malaysia dari Madura

"Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menjadi sangat ahli dalam suatu hal," ujar Buffett. Ia menekankan bahwa kemampuan yang kita miliki tidak dapat diambil oleh orang lain, tidak dapat tergerus inflasi, dan tidak dikenakan pajak. 

Secara spesifik, Buffett menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi yang baik sebagai faktor pengungkit nilai diri hingga 50 persen.

2. Properti dan Real Estat

Aset kedua yang direkomendasikan adalah instrumen real estat. Buffett menilai properti adalah bisnis yang "beli sekali, selesai." Berbeda dengan bisnis yang membutuhkan suntikan modal terus-menerus, properti cenderung mengikuti laju inflasi. 

Baca Juga: Bakal Meluncur 1 Juli, Pemerintah Bocorkan Skema Penetapan Harga B50

Saat harga-harga naik, nilai bangunan dan harga sewa biasanya akan ikut terkerek naik tanpa harus mengeluarkan biaya operasional yang membengkak.

3. Saham Berkualitas dengan 'Pricing Power'

Dalam memilih saham, Buffett menyukai perusahaan yang memiliki dua karakteristik utama: kemampuan menaikkan harga tanpa kehilangan pelanggan (pricing power) dan kebutuhan modal yang rendah. 

Contoh nyata yang ia sukai adalah Apple (AAPL). Perusahaan dengan efisiensi tinggi dan negosiasi yang kuat cenderung tetap berkembang meskipun daya beli konsumen sedang diuji oleh inflasi.

Baca Juga: Ekonomi Halal Global Tembus Rp51 Ribu Triliun di 2026, Indonesia Incar Jadi Pusat Dunia

Meskipun Buffett dikenal kurang menyukai emas karena dianggap sebagai aset yang tidak produktif, ia tidak menutup mata terhadap komoditas. 

Melalui Berkshire Hathaway, ia diketahui pernah mengoleksi saham perusahaan penambang emas sebagai bagian dari diversifikasi perlindungan nilai.

Dengan menguasai satu bidang keahlian dan memilih aset fisik serta saham yang tepat, Buffett meyakini investor dapat bertahan bahkan tetap profit di tengah badai ekonomi.

Baca Juga: Produksi Beras Jawa Timur Surplus 50 Persen, Stok Aman Hadapi El Nino 2026

Editor : Hany Akasah
#ekonomi #inflasi #warren buffett #investasi #modal