RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan tipis pada perdagangan Selasa (21/4).
Mata uang rupiah dibuka di level Rp 17.135 per dolar AS, menguat tipis dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Berdasarkan data pasar, posisi tersebut mencerminkan penguatan sekitar 0,19 persen dibandingkan perdagangan Senin (20/4).
Pergerakan ini menunjukkan adanya perbaikan sentimen di pasar setelah sebelumnya rupiah sempat berada di bawah tekanan.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo 21 April 2026, Beras dan Bawang Kompak Turun Tipis
Penguatan rupiah tidak terlepas dari melemahnya dolar AS di pasar global.
Indeks dolar yang mengalami penurunan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat.
Selain itu, penurunan harga komoditas energi dunia, khususnya minyak, turut memberikan sentimen positif.
Harga energi yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan eksternal terhadap perekonomian, sehingga membantu menjaga stabilitas nilai tukar.
Baca Juga: Emas Antam Kembali Menguat pada Perdagangan Hari Ini, Buyback Meroket Lebih Tinggi
Dinamika geopolitik juga menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah.
Isu meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk potensi perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat, turut mendorong optimisme pasar.
Tidak hanya faktor global, penguatan rupiah juga didukung oleh kondisi domestik yang relatif stabil.
Kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, termasuk pada sektor energi seperti bahan bakar minyak (BBM), dinilai mampu memberikan kepercayaan bagi pelaku pasar.
Kombinasi faktor eksternal dan internal tersebut membuat rupiah mampu bertahan di zona positif pada awal perdagangan hari ini.
Baca Juga: Bukan Cuma Nilai Rapor! Ini 5 Rahasia Mental Juara yang Bikin Anak Sukses Saat Dewasa
Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati berbagai perkembangan global yang dapat memengaruhi arah pergerakan selanjutnya.
Ke depan, nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif seiring dinamika pasar global dan kondisi ekonomi domestik.
Oleh karena itu, pemantauan terhadap berbagai sentimen yang berkembang menjadi hal penting bagi pelaku pasar dan investor. (iza/han)
Editor : Hany Akasah