Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bukan Cuma Nilai Rapor! Ini 5 Rahasia Mental Juara yang Bikin Anak Sukses Saat Dewasa

Hany Akasah • Selasa, 21 April 2026 | 08:03 WIB
ILUSTRASI: Momen kedekatan orang tua dan anak saat belajar.
ILUSTRASI: Momen kedekatan orang tua dan anak saat belajar.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kesuksesan seorang anak di masa depan ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kecepatan mereka menguasai materi akademik di sekolah. 

Para ahli psikologi mengungkapkan bahwa ada faktor lain yang jauh lebih menentukan, yakni kemampuan mengelola diri atau fungsi eksekutif.

Keterampilan ini mencakup kemampuan otak dalam mengelola emosi, mengambil keputusan, hingga merencanakan tindakan. Kabar baiknya, karakter tangguh ini bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang bisa dilatih sejak usia dini.

Baca Juga: Dongkrak Produktivitas, Pemerintah Kucurkan Hibah Rp 12 Triliun untuk Bibit dan Irigasi Petani

Mengutip laporan dari Times of India, berikut adalah lima keterampilan psikologis penting yang perlu diajarkan kepada anak agar mereka siap menghadapi tantangan di masa depan:

1. Belajar Berhenti Sejenak Sebelum Bereaksi

Mengajarkan anak untuk tidak langsung meledak saat merasa kesal adalah dasar pengendalian diri yang kuat. Kemampuan jeda ini membantu mereka merespons situasi dengan kepala dingin, bukan sekadar mengikuti emosi sesaat.

2. Berani Menamai Perasaan

Anak yang mampu mengenali dan menyebutkan emosinya—seperti marah, sedih, atau kecewa—akan lebih mudah mengendalikan diri. Literasi emosi ini sangat penting untuk kesehatan mental mereka hingga dewasa.

Baca Juga: Proyek Kereta Api Lintas Pulau, Strategi Prabowo Tekan Biaya Logistik dan Pacu Pertumbuhan Ekonomi

3. Meminta Bantuan Tanpa Rasa Malu

Penting bagi anak untuk memahami bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, ini adalah cara sehat untuk menyelesaikan masalah dengan dukungan orang lain dan membangun jiwa kolaboratif.

4. Kekuatan Kata “Belum”

Membiasakan anak mengganti kalimat "saya tidak bisa" menjadi "saya belum bisa" adalah kunci membangun *growth mindset*. Pola pikir ini menanamkan keyakinan bahwa kemampuan mereka akan terus berkembang melalui latihan.

5. Melihat Kesalahan sebagai Bagian dari Proses

Kesalahan bukan berarti kegagalan total, melainkan informasi berharga untuk belajar. Dengan sudut pandang ini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berani mencoba hal baru dan tidak mudah menyerah saat menemui hambatan.

Baca Juga: Kinerja Moncer, Bank Jatim Raih Penghargaan dari The Asian Post

Dengan melatih kelima keterampilan ini, anak tidak hanya akan memiliki ketahanan mental yang kuat, tetapi juga lebih siap menghadapi dinamika kehidupan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.

Editor : Hany Akasah
#psikologis #anak #akademik #sukses #usia dini