Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rupiah Dibuka Anjlok Tipis, Mata Uang di Asia Kompak Tunjukkan Pelemahan

Hany Akasah • Jumat, 17 April 2026 | 09:56 WIB
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (17/4)
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (17/4)

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) langsung mengalami pelemahan pada awal perdagangan Jumat (17/4).

Dilansir dari Kontan, mata uang rupiah dibuka di posisi Rp 17.156 per dolar AS, menunjukkan penurunan dibandingkan penutupan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.139 per dolar AS, rupiah tercatat melemah sekitar 0,08 persen.

Pergerakan ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi pasar keuangan, khususnya di kawasan Asia.

Baca Juga: Update Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Hari Ini, Cabai dan Bawang Kompak Turun

Pelemahan rupiah terjadi seiring dengan tren serupa yang dialami mayoritas mata uang Asia.

Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah mata uang di kawasan tercatat berada di zona merah terhadap dolar AS.

Peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan paling dalam setelah turun sekitar 0,15 persen.

Tekanan juga dialami baht Thailand yang melemah sekitar 0,14 persen.

Baca Juga: Koreksi Terus Berlanjut, Harga Emas Antam Turun di Perdagangan Jumat

Selain itu, yen Jepang tercatat turun 0,12 persen.

Sementara itu, ringgit Malaysia dan yuan China masing-masing mengalami koreksi sekitar 0,08 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan negatif juga terlihat pada dolar Hong Kong yang melemah sekitar 0,02 persen.

Dolar Taiwan turut terkoreksi meskipun dalam skala yang sangat tipis, yakni sekitar 0,003 persen.

Di tengah dominasi pelemahan, beberapa mata uang justru mencatatkan penguatan.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan setelah menguat sekitar 0,08 persen.

Baca Juga: Sinyal Positif! Pemerintah Lanjutkan Program Magang Fresh Graduate 2026, Targetkan 150 Ribu Peserta

Selain itu, dolar Singapura juga menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,02 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan beragam di kawasan Asia ini mencerminkan dinamika pasar global yang masih berlangsung.

Faktor eksternal, termasuk pergerakan dolar AS dan sentimen global, tetap menjadi penentu utama arah nilai tukar.

Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan pasar regional dan global.

Pelaku pasar pun diimbau untuk terus mencermati berbagai sentimen eksternal yang dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#perdagangan #rupiah #dolar #asia #uang