Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rupiah Rebound Tipis, Didorong Melemahnya Dolar AS di Pasar Global

Hany Akasah • Kamis, 16 April 2026 | 10:04 WIB
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang masih berada di dalam tekanan pada pembukaan perdagangan Kamis (16/4)
ILUSTRASI: Mata uang rupiah yang menguat tipis di awal perdagangan, didorong pelemahan dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (16/4)

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan pada awal perdagangan Kamis (16/4).

Mata uang rupiah dibuka di posisi Rp 17.125 per dolar AS, menguat sekitar 0,03 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Penguatan ini terjadi setelah pada hari sebelumnya rupiah sempat mengalami tekanan dan ditutup di level Rp 17.130 per dolar AS, yang merupakan salah satu posisi terlemah dalam pergerakannya.

Pada saat itu, rupiah tercatat melemah sekitar 0,12 persen.

Baca Juga: Update Harga Sembako Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo Hari Ini 16 April, Cek Rinciannya

Pergerakan positif pada hari ini mencerminkan adanya perubahan sentimen di pasar, terutama yang berasal dari faktor eksternal.

Salah satu pendorong utama penguatan rupiah adalah melemahnya dolar AS di pasar global.

Ketika dolar AS mengalami tekanan, mata uang negara berkembang seperti rupiah biasanya mendapatkan ruang untuk menguat.

Hal ini terjadi karena investor cenderung mengalihkan perhatian ke aset lain di luar dolar.

Baca Juga: Emas Antam Terkoreksi Tipis Hari Ini, Buyback Masih Tak Bergerak

Selain itu, kondisi pasar global yang mulai menunjukkan perbaikan juga turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan rupiah.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati berbagai perkembangan yang dapat memengaruhi arah nilai tukar ke depan.

Pergerakan rupiah yang sempat berada di level terendah menjadi perhatian tersendiri bagi pelaku pasar.

Oleh karena itu, penguatan pada awal perdagangan ini dinilai sebagai sinyal awal pemulihan, meskipun masih dalam skala terbatas.

Baca Juga: Industri Semen RI Krisis Oversupply, Stok 55 Juta Ton Menganggur Apa Penyebabnya?

Ke depan, arah pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk pergerakan dolar AS, kebijakan moneter, serta kondisi ekonomi internasional.

Dengan kondisi yang masih fluktuatif, investor disarankan untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan terkait transaksi valuta asing. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#perdagangan #rupiah #dolar #uang #global