RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi melakukan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2.
Langkah ini menjadi basis utama dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) Triwulan II tahun 2026 guna memastikan efisiensi anggaran negara dan ketepatan sasaran bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan bahwa pemutakhiran ini krusial untuk meminimalkan inclusion error. Dalam data terbaru, ditemukan sekitar 11.014 keluarga yang dikeluarkan dari daftar penerima karena dinilai sudah tidak memenuhi kriteria.
Baca Juga: Beasiswa Tangguh 2026 Dibuka! Tersedia 23 Ribu Akses Kuliah Gratis , Ini Syarat dan Cara Daftarnya
"Data ini dinamis. Ada yang sebelumnya tidak menerima, sekarang masuk. Sebaliknya, yang selama ini masuk tapi ternyata *inclusion error*, kita keluarkan agar penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran," ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/4).
Secara manajerial, Kemensos juga mengintegrasikan data ini dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kemendagri).
Sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat memperkuat validitas data kemiskinan dan mempercepat proses distribusi bantuan ekonomi di tingkat akar rumput.
Baca Juga: Harga Plastik Kemasan Makin Ekstrim, Pedagang Es Sidoarjo Serba Salah, Dengarkan Keluhannya
Berdasarkan hasil pemutakhiran, tercatat 25.665 keluarga masuk dalam desil 1-4 yang berpotensi menjadi penerima manfaat baru. Sementara itu, 27.176 keluarga telah diklasifikasi ulang melalui proses ground check untuk memastikan kondisi ekonomi mereka sesuai dengan profil data yang tercatat.
Editor : Hany Akasah