Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Rupiah Masih Tertahan di Level Psikologis, Mata Uang Asia Bergerak Variatif

Hany Akasah • Selasa, 14 April 2026 | 13:06 WIB
ILUSTRASI: Mata uang Rupiah yang masih berada di level psikologis
ILUSTRASI: Rupiah yang masih berada di level psikologis

RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau belum mengalami perubahan berarti pada awal perdagangan Selasa (14/4).

Mata uang rupiah dibuka di level Rp 17.117 per dolar AS, menunjukkan pergerakan yang relatif stagnan dibandingkan pembukaan sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.05 WIB, posisi rupiah masih berada di kisaran tersebut tanpa pergerakan signifikan.

Kondisi ini mencerminkan sikap pasar yang cenderung menunggu arah baru di tengah dinamika global yang masih berlangsung.

Baca Juga: KAI Siap Implementasikan B50 Mulai Juli 2026, Langkah Strategis Menuju Net Zero Emission 2060

Di sisi lain, mayoritas mata uang di kawasan Asia justru menunjukkan penguatan terhadap dolar AS.

Yen Jepang tercatat naik sekitar 0,09 persen, sementara yuan China menguat 0,16 persen.

Penguatan juga terjadi pada peso Filipina sebesar 0,20 persen, ringgit Malaysia yang naik 0,45 persen, serta rupee India yang menguat 0,29 persen.

Meski demikian, tidak semua mata uang Asia bergerak di zona positif.

Baca Juga: Update Harga Bahan Pokok di Surabaya, Gresik, Sidoarjo: Relatif Stabil

Sejumlah mata uang masih mencatatkan pelemahan, seperti dolar Hong Kong yang turun 0,05 persen, won Korea Selatan yang melemah 0,32 persen, serta dolar Taiwan yang terkoreksi 0,29 persen.

Dolar Singapura juga mengalami penurunan sebesar 0,21 persen, diikuti baht Thailand yang melemah 0,07 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan beragam di kawasan ini tidak terlepas dari melemahnya dolar AS di pasar global.

Pelemahan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan mata uang negara berkembang, termasuk di kawasan Asia.

Baca Juga: Penerima Bansos PKH Bakal Jadi Karyawan Kopdes Merah Putih, Begini Skemanya!

Dengan tekanan terhadap dolar AS yang mulai berkurang, mata uang emerging markets mendapatkan ruang untuk menguat secara bersamaan.

Namun demikian, pergerakan rupiah yang masih tertahan menunjukkan bahwa pasar domestik tetap berhati-hati dalam merespons sentimen global.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan eksternal, terutama pergerakan dolar AS dan kondisi ekonomi global.

Hal ini akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#perdagangan #rupiah #dolar #uang #global