Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bangkit dari Tekanan, Rupiah Menguat Tipis di Pembukaan Perdagangan Hari Ini

Hany Akasah • Rabu, 8 April 2026 | 10:07 WIB
ILUSTRASI: Rupiah yang mengalami penguatan pada perdagangan Rabu (8/4/2026)
ILUSTRASI: Rupiah yang mengalami penguatan pada perdagangan Rabu (8/4/2026)

RADAR SURABAYA BISNIS - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan yang cukup signifikan pada awal perdagangan Rabu (8/4/2026).

Mata uang rupiah berhasil berbalik menguat setelah sebelumnya sempat berada di bawah tekanan pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Berdasarkan data pasar uang pada Rabu pagi, rupiah terapresiasi sebesar 120 poin atau sekitar 0,70 persen.

Dengan penguatan tersebut, posisi rupiah kini berada di level Rp 16.985 per dolar AS, membaik dari penutupan sebelumnya yang sempat berada di kisaran Rp 17.105 per dolar AS.

Baca Juga: Update Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Hari Ini, Ini Rinciannya

Kenaikan ini menandakan adanya perbaikan sentimen pasar terhadap mata uang domestik.

Rupiah bahkan berhasil menjauh dari level psikologis Rp 17.100 yang sebelumnya sempat tersentuh, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar.

Penguatan rupiah didorong oleh sejumlah faktor, baik dari sisi global maupun domestik.

Salah satu faktor utama adalah melemahnya indeks dolar AS di pasar internasional, yang membuat tekanan terhadap mata uang negara berkembang menjadi berkurang.

Baca Juga: Tren Positif Berlanjut, Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Naik Signifikan

Di sisi lain, respons positif pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia juga turut memberikan dorongan bagi rupiah.

Kebijakan yang dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi domestik berhasil meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset-aset berbasis rupiah.

Selain itu, kenaikan harga komoditas unggulan Indonesia di pasar global juga memberikan dukungan tambahan.

Peningkatan nilai komoditas ekspor dinilai mampu memperkuat fundamental ekonomi, sehingga berdampak positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan global yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah ke depan.

Baca Juga: Indonesia Siap Gaspol B50 Juli 2026, Uji Coba di Sektor Tambang Berhasil Melampaui 900 Jam

Faktor seperti kebijakan ekonomi negara maju, kondisi geopolitik, serta dinamika harga komoditas masih menjadi penentu utama volatilitas pasar.

Dengan kondisi yang masih dinamis, rupiah berpotensi terus bergerak fluktuatif mengikuti perubahan sentimen global dan domestik.

Oleh karena itu, investor diimbau untuk tetap waspada dan memantau perkembangan pasar secara berkala. (iza/han)

Editor : Hany Akasah
#perdagangan #rupiah #dolar #uang #global